Mimpi oh mimpi

Aloha!
Ugh..it’s a very long time that i dunno post in here. it’s been two month! 
Sorry for latest update from me and this blog. Eh, kok jadi ber inggris ria gini? Maaf terbawa suasana..hehe

Belakangan ini saya sedang disibukan dengan adaptasi di dunia perkuliahan. Bukan itu aja sih tugas juga. Yah banyak macem. Sharing dikit ya soal kuliah. TERNYATA oh TERNYATA kuliah itu …….

1. Banyak mengeluarkan uang, bukan uang semester aja, tapi kebutuhan di luar itu. Minggu ini aja udah ngeluarin 450 ribu buat beli rapido ama tabung. dan juga praktikum dan mentoring -_-” 

2. Oke jatah libur 3 hari,tapi percuma. LHA SOALNYA HARI LIBUR DIPAKE BUAT NGERJAIN TUGAS #DudukDiBawahShower 

3. Apa yang kamu liat di kelas,adalah laboratorium perilaku yang benar-benar luas. Disebabkan karena engkau bertemu banyak orang dari banyak latar belakang,macam-macam daerah,suku,ras dan agama.

Nah itulah kurang lebihnya kesan pertama setelah hmmm…ada kali ya saya kuliah 3 minggu apa 2 minggu..ah lupa deh. Sisanya,yaah…akan dibahas di lain waktu.

Ketiga hal  kampret   yang disebutkan diatas menyebabkan saya mengalami gejala pegel-pegel dan cukup capek. Pulang,buka sepatu,geser pintu kamar (ini disebabkan perihal pintu kamar saya yang kalau mau dibuka harus digeser bukan di dorong. kalau di dorong namanya pintu dorong),ganti pakaian (tenang kamu gak punya kesempatan buat ngintip),liat kasur dan….ya ampun jeratan kasur itu maut sekali. sekalinya kamu udah nempel. susah buat keluar! udah gitu,buka blog pun terlewati,gak keinget. (kejam memang -_-)

Lalu apa judulnya berhubungan sama celotehan saya diatas?
Tentu saja tidak! namanya juga celotehan.. Namun jika berbicara soal mimpi. Belakangan ada yang janggal dalam mimpi saya. Mimpinya sih kadang menegangkan kadang gak jelas tapi yang sering itu…double dream!

apa itu double dream? ini penjelasan sederhananya kata Tante Wiki
“A false awakening is a vivid and convincing dream about awakening from sleep, while the dreamer in reality continues to sleep. After a false awakening, subjects often dream they are performing daily morning rituals such as cooking, cleaning and eating. The experience is sometimes called a double dream.”

“Sebuah kebangkitan palsu adalah mimpi hidup dan meyakinkan tentang kebangkitan dari tidur, sementara pemimpi dalam realitas terus tidur. Setelah kebangkitan palsu, subjek sering bermimpi mereka melakukan ritual pagi sehari-hari seperti memasak, membersihkan dan makan. Pengalaman ini kadang-kadang disebut mimpi ganda.”
klik disini untuk artikel lebih jauh soal double dream.

Yang horor tuh double dream,saya ngerasa kaya orang linglung,hampir mati,gak tau ada dimana. Pas bangun sensasinya tuh kerasa nyata sekali. sangat nyata. makanya sempet bingung pas bangun tidur, dan berfikir… sekarang saya bener-bener bangun atau tidur?

semoga temen-temen tidak mengalaminya.
mau info lebih jauh soal mimpi?
nih kunjungi almavanxa.blogspot.com ,blognya kawan blogger saya.

Selamat malam kengkawan 

INGATAN 14 : TUJUAN

“Huh, capek sudah lama aku tidak seperti ini.”(kakiliar) “Tidak  biasanya kau mau menuruti perintah, Benoti!”(Tetua) “Diam kakek tua, ini bukan urusanmu. Aku sengaja kalah bukan karena perintah, tapi karena keinginanku sendiri.” (kakiliar) “Oh begitu fufu… apa kau tidak menyesal tak bisa bertarung dengan Aniel?”(Tetua) “Ya sedikit, tapi tidak masalah. Dan ngomong-ngomong.”(kakiliar) “Ya, ada apa? Kalau masalah bayaran pasti ku beri, tenang saja!”(Tetua) “B..Bukan itu pak tua…. JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN BENOTIIII!”(kakiliar) BUAKKK…..! Begitulah pembicaraan kakiliar dengan tetua dispilavero tentang alasan mengapa dia mengalah.

Sementara itu kita kembali kebeberapa jam sebelum nya di Alcastra, salah satu pusat perbelanjaan di Alaska. Dimana Aniel dan Sani berada. “Sani ada apa tiba-tiba mengajakku ketempat ini? Akukan masih ada pertarungan dengan Ivi nanti.”(Aniel) “Ini perintah dari nona Aileen untuk membawamu ketempat ini.”(Sani) “Perintah? Eh maksudmu apa?”(Aniel) “Pakaian, kita akan mengambil pakaian sesuai apa yang sudah dipesan Aileen.”(Sani)

Lalu….. “Eh, kok kita mengambil pakaian di tempat seperti ini.”(Aniel) “Ini tempat pembelian pakaian bawah tanah khusus exorear.”(Sani) “Ada yang bisa kubantu nona?” (pedagang) “Ya, kami ingin mengambil pesanan dari putri Aileen. Ini surat keterangannya.”(Sani) “Oh ini, pakaian Revolphy seharga 1.200.000 Xor. Ditujukan untuk siapa?” (pedagang) “Untuk dia, exorear kode A121SS nama Aniel Alianka.”(Sani) “A.a apa aku bermimpi, tidak bisa dipercaya ternyata kau masih hidup tuan Aniel.”(pedagang) “Ehh…” (Aniel)

Kita pindah sejenak kearah selatan Alcastra, dimana terjadi pertemuan tak terduga antara Ivi, Aileen, dan Harini. “Selamat siang, Ivi, Aileen. Sungguh kebetulan kita bertemu disini.”(Harini) “Harini kenapa kau bisa ada disini?”(Ivi) “Eh, i…itu sih…aku ingin membeli sesuatu untuk A..a…. Ivi sendiri kenapa ada disini?”(Harini)[mengalihkan pembicaraan] “Eh, itu a..aku juga sedang mencari sesuatu. Hahaha sungguh kebetulan.”(Ivi) “Iya, hehehe.”(Harini)

“Dua orang ini… dasar. Yang satu malu karena tidak ingin ketahuan membeli sesuatu untuk orang yang disukainya. Yang satu lagi takut ketahuan cemburu gara-gara kacamata oleh ku. Ya ampun sampai sekarang aku sendiri bingung akan menganggap mereka rival atau teman seperjuangan.”(Aileen)

“Eh, ternyata kalian berdua sudah mengenakan pita dari Aniel itu, aku baru menyadarinya.”(Harini) “Kenapa kau bisa tahu pita ini dari Aniel?”(Aileen) “Oh, itu karena aku yang menyuruh Aniel membelikannya. Rasanya tidak adil jika aku saja yang mendapat hadiah gaun darinya. Jadi sebagai teman …….”(Harini) “A.a a apa Ga ..ga…un?’(Ivi) “Ivi ada apa? kenapa kau tiba-tiba murung?”(Harini) “Tidak apa, aku baik saja. Ngomong-ngomong Harini, kakak, ada sesuatu yang harus kucari jadi.. PERMISIIIIII!”(Ivi)[dengan terburu buru langsung menghilang dengan cepat]

“Ivi, apa dia sedang sakit?”(Harini) “tak usah khawatir, aku yakin dia hanya sedang menambah kebodohan.”(Aileen) “Eh, menambah kebodohan?”(Harini) “tak perlu dipikirkan, oh ya, apa benar Aniel membeli pita ini atas saranmu?”(Aileen) “Ya, memang kenapa?”(Harini) “Tidak, ternyata dia sudah sedikit berubah. Ngomong-ngomong kau ingin membeli hadiah untuk Aniel ya.”(Aileen) “E..eh ke.. kenapa Aileen bisa tahu?”(Harini) “Tidak usah gugup, aku mengerti kok. Kau ingin membalas budi Aniel yang sudah membelikanmu gaunkan.”(Aileen) “I..iya.”(Harini) “Yah, aku juga sama. Hanya saja, aku tidak punya keberanian sepertimu yang bisa membalas budi dengan tangan sendiri.”(Aileen)  “Eh.”(Harini)

Sementara itu, pertandingan Alverst yang mana seharusnya pertandingan antara Ivi dan Aniel sudah dimulai, terpaksa ditunda akibat kedua orang yang bersangkutan tidak ada. Sehingga pertandinganpun dilanjutkan yaitu pertandingan antara Gyn dan Ingdran.

“Yah, hadirin sekalian dikarenakan kedua orang yang akan bertanding yaitu Aniel Alianka dan Ivish P.T.E.D. tidak ada, menurut sponsor acara tetua dispilavero pertandingan mereka ditunda. Sebagai gantinya pertandingan dilanjutkan antara Gyn Hermales dan Ingdran Melou. Bagi kedua peserta silahkan masuk ke arena.”(Wasit)

Dalam situasi itu, mereka berdua terlihat seperti tanpa beban sama sekali. Ingdran mempersiapkan diri dengan busur castrix miliknya Tyrranak Marcla. Sementara itu Gyn sedang melihat ke arah langit yang mulai mendung.

Pertandinganpun akhirnya dimulai, Ingdran langsung menembaki Gyn dengan panah yang terbuat dari air. Tapi sepertinya itu tak berarti baginya. Karena Gyn mampu menghindari serangan itu dengan mudah. ”Kenapa Ingdran? Kau terlihat seperti tak serius bertarung sama sekali.”(Gyn) “Ya, memang benar. Kau tahu Gyn, tujuan pertandingan ini sebenarnya untuk mengumpulkan kalian berdua.”(Ingdran) “Apa maksudmu?”(Gyn) “Tak usah difikirkan, sebaiknya sekarang kau harus serius berusaha mengalahkanku.” (Ingdran) “Tak usah diberitahupun aku pasti akan mengalah kanmu! Castrix Incish Varsink.”(Gyn)

Pertarungan yang sangat sengit dan mendebarkan, walaupun kelihatannya Ingdran tidak serius. Gyn terus berusaha melancarkan serangan-serangan secara bertubi-tubi pada Ingdran. Tentu saja walaupun tidak serius Ingdran mampu menangkis serangan tersebut. Namun Gyn memiliki keuntungan karena dia petarung tipe jarak dekat, sedangkan karena Ingdran menggunakan panah otomatis dia adalah tipe jarak jauh. Sehingga ketika diserang dengan jarak yang dekat Ingdran hanya mampu menghindar.

“Rasanya tidak enak juga, terus terusan mengulur waktu hingga Aniel datang. Dasar, kalau saja ini bukan perintah. Tapi tidak masalah sebaiknya aku sedikit serius.” (Ingdran) “Kau lengah Ingdran rasakan serangan tombak petirku ini!”(Gyn) “Le die artyvaca [janji peri air].”(Ingdran) Tiba-tiba saja panah yang dilancarkan Ingdran berubah menjadi sosok peri yang menangkis serangan tombak Gyn.

Bukan hanya satu, karena Ingdran terus menerus menembakan panah, sehingga jumlah peri menjadi banyak. Walaupun kecil tapi gerakan peri itu sangat cepat, sehingga mampu menangkis semua serangan dari Gyn. Namun kelihatannya Gyn juga tidak mau kalah. Terlihat seluruh tubuhnya dikelilingi petir, apakah yang akan terjadi?

Sementara itu dilain pihak sepertinya Aniel dan Sani sudah selesai mengambil pesanan, dan dengan segera mereka menuju arena. Dan Ivipun kelihatannya sudah beres dengan apa masalahnya, sesuatu yang terterduga akan dia tunjukan nanti ketika melawan Aniel.

 

Kumpulan Kosakata Rahdax Anamnesia

Kali ini kita akan membahas tentang sebagian kehidupan ekonomi di Alaska. Seperti dicerita tadi jenis mata uang disana adalah Xor. Kira-kira jika dibandingkan dengan kehidupan nyata, maka 1 Xor setara dengan 10 dolar. Memang Xor termasuk nilai mata uang yang tinggi. Namun ternyata mata uang ini hanya berlaku bagi para exorear. Orang-orang biasa disekitar daerah itu tidak mengetahui tentang mata uang ini. Kenyataan yang paling menentukan transaksi adalah informasi. Dengan informasi kita bisa mendapatkan uang. Namun tidak semua barang bebas dibeli. Seperti pakaian yang dipesan oleh Aileen untuk Aniel. Walaupun sudah dibayar tapi barang tetap tidak bisa diambil tanpa adanya kehadiran dari pihak yang benar-benar akan menggunakan barang tersebut. Pedagang disana akan selalu meminta nomor unit exorear ketika bertransaksi. Itu dikarenakan untuk mencegah terjadinya penjualan yang ilegal dan barang berbahaya beredar. Intinya tingkat keamanan jual-beli pasti terlindungi. Jika saja dikehidupan nyata seperti ini maka mungkin, tidak akan ada penyelewengan terhadap trasnsaksi jual-beli. Dengan bekerja pada suatu lembaga exorear sebenarnya kita bisa mendapat gaji yang besar. Namun jangan salah, jika terjadi sesuatu yang melanggar aturan maka hukuman atas tindakan tersebut tidak biasa. Tingkatnya mungkin 10 kali lebih berat dibandingkan hukum di dunia nyata.

INGATAN 13: DIALAH SANG PEWARIS KETUJUH

Setelah mereka bertiga ngobrol lama dilorong, tanpa terasa bahwa pertandingan ke-11 hampir dimulai. Pertanding an antara kakiliar dan Gyn Hermales.

“Huh, bosan, bosan, bosan. Aduh kapan pertandingan ku dimulai ya?”(kakiliar) “Hei ngapain dari tadi mengeluh sambil ngupil begitu?”(Jeno) “Oh kau Jeno, hanya kau, dimana Rangga?”(kakiliar) “Dia sedang memeriksakan diri nya ditempat pengobatan karena walau sudah disembuhkan oleh Ingdran tapi ada baiknya jaga-jagakan.”(Jeno) “Oh begitu.”(kakiliar) “Oh begitu bagaimana? Bukannya dia itu nanti akan jadi lawanmu. Kau terlihat tenang-tenang saja.” (Jeno) “Memangnya kenapa, tidak boleh hah.”(kakiliar)

“Caramu yang sebelumnya itu tak akan mempan padanya. Lagi pula sebelumnya ada Gyn yang akan melawanmu nanti. Waktu melawan Rangga saja si ingdran terlihat tidak begitu serius. Ditambah ada pertandingan melawan Gyn yang belum diketahui asal-usulnya”(Jeno) “Yah apa yang terjadi nanti terjadilah. Yang pasti aku tidak akan kalah semudah itu. Dipertandingan sebelumnya apa kau tidak melihat hal yang aneh ketika 2 perempuan kembar itu bertarung.”(kaikiliar)

“Memang sih, mereka berdua diam hampir 3 menit ditengah pertandingan. Dan aku kurang tahu apa yang terjadi.”(Jeno) “Dasar bodoh, yang kau punya itu hanya otot saja ya?”(kakiliar) “Aku tidak mau mendengar itu darimu.” (Jeno) “Dengar ya, mereka berdua itu masuk kedimensi amecia. Ketika diam bengong selama 3 menit.”(kakiliar) “Hah, apa itu? Apa kau Cuma mengarang saja.”(Jeno) “Ternyata memang cuma otot saja.”(kakiliar) “Apa kau bilang, kalau begitu jelaskan apa yang terjadi didalam sana.”(Jeno) “Manaku tahu itu hanya bisa dimasuki oleh orang berelemen cahaya saja.”(kakiliar) “Grrr, kalau begitu jangan bicara.’ (Jeno) “Huaa, bentar lagi aku bertanding. Dah ya aku duluan ke arena.”(kakiliar) “Hei jangan menghindar.”(Jeno) “Lebih baik kau tanya saja Aniel untuk lebih jelasnya.”(kakiliar) “Aniel, oh iya aku tidak melihatnya sejak pertandingan ke-10 usai, kemana dia ya?”(Jeno)

“Pertandingan ke-11 antara The Wild Feet dengan Gyn Hermales segera dimulai, nah para penonton silahkan lihat baik-baik pertandingan terhebat didunia ini.”(wasit) Kedua petarung sudah bersiap di arena. Dan dibangku peserta, peserta lain yang tidak bertandingpun berkumpul untuk melihatnya. Yang ada dibangku peserta hanya Jeno, Barow, Coti. Ilma, Daiguin, Wina, Ingdran, Aileen, Grobs, dan Rhu.

Entah kenapa Aniel, Ivi, dan Sani tidak ada. Jeno menyadari Aniel tidak ada dibangku penonton dan membuat nya cukup bertanya-tanya. Sehingga Jeno menanyakanya pada Aileen. “Hei, kau tahu kemana Aniel pergi?”(Jeno) “Oh, kau itu teman sekelasnya Aniel. Perkenalkan nama saya Aileen, cucu dari sponsor pertandingan.”(Aileen) “Wah dia benar-benar cantik dan ramah, tidak seperti adiknya. Oh, ah iya namaku Jeno Edwin.”(Jeno) “Kau bertanya dimana Aniel ya, kalau dijawab dengan sederhana…. singkatnya dia sedang memperkuat dirinya.”(Aileen) “Memperkuat diri? Apa itu berarti sedang latihan, ditengah pertandingan begini?”(Jeno) “Hmm dari pada disebut latihan lebih tepat dikatakan mengingatkan kembali irama pergerakan yang lama menghilang.”(Aileen) “Irama pergerakan yang lama menghilang, apa maksudmu?”(Jeno) “Kau yang baru kenal Aniel sekitar 2 tahun tidak tahu bahwa ditahun-tahun sebelumnya kekuatannya itu sebanding dengan 100 exorear sekalipun.”(Aileen)

“Sebanding dengan 100 exorear!”(Jeno) “Ini rahasia antara kau dan aku yah. Aku tahu kau sebelumnya adalah mantan EEM dan hanya 1 bulan kau disana. Normalnya kekuatan exorear seseorang muncul pada saat iya remaja, sekitar 13-16 tahun. Tapi Aniel, dia itu menjadi anggota EEM pada umur 7 tahun. Dan pada waktu itu bahkan dia adalah yang terkuat diantaranya.”(Aileen) “U..umur 7 tahun, jangan bercanda. Itu hal yang mustahil.”(Jeno) “Percaya atau tidak terserah, aku hanya memberitahu saja. Daripada itu lebih baik kau lihat pertandingan sekarang baik-baik, karena sang pewaris ke-7 akan mulai menampakan dirinya.”(Aileen)

Tak lama setelah pembicaraan mereka berdua, akhir nya pertandingan pun dimulai. Terlihat sepertinya castrix kakiliar Suetem Alcis sudah dikeluarkan. Sedangkan Gyn masih belum mengeluarkan castrixnya. “Kenapa, apa kau ingin kalah, cepat keluarkan castrixmu.”(kakiliar) “Oh itu jangan khawatir, aku sama sekali tidak berfikir untuk meremehkanmu jadi silahkan saja jangan ragu se….”(Gyn) [BUAKKKK] Tiba-tiba saja kakiliar langsung menyerang Gyn. Terlihat Gyn terpental namun sepertinya berhasil menahan serangan kaki dari kaki liar dengan tangannya.

“Fuhhh.. gawat sekali, ternyata seranganmu cepat juga ya. Tapi sekarang saatnya, castrix Incish Varsink.”(Gyn) “He he akhirnya kau keluarkan juga tombakmu itu tapi itu tidak akan ber…..”(kakiliar) [DUAARRR] Terlihat tiba-tiba saja petir dilangit menyambar kakiliar. “Wah, ternyata kau cepat juga ya. Kelihatannya kau bisa menyadari serangan balasanku. Tapi kebanyakannya kau terkena serangan itu.”(Gyn) “Hh hh, petir itu, lalu tombak castrix dengan symbol Scniesyth. Tidak salah lagi kaulah sang pewaris pilar timur.”(kakiliar)

Akhirnya identitas pewaris ke-7 terungkap. Sang pewaris Scniesyth Gyn Hermales. Buktinya adalah symbol yang ada di tombaknya. “Waduh, sudah ketahuan ya. Tak apalah, padahal aku sudah janji pada Ibu agar sebisa mungkin merahasiakannya.”(Gyn)

Sementara itu ditempat lain, Aniel dan Sani sedang berada di tempat kostum untuk memilih pakaian baru yang akan digunakan Aniel. Lalu Ivi sekarang ada dimana? Jawabannya ternyata dia sedang sibuk mencari kacamata yang sama dengan Aileen. Entah disebut iri atau apa? Padahal matanyakan normal.

Kita kembali kepertandingan, setelah kira-kira 12 menit berlalu akhirnya pertandingan antara mereka selesai. Dan yang menjadi pemenang adalah Gyn. Mengapa bisa begitu? Itu terjadi karena setelah mengetahui identitas Gyn, kakiliar tiba-tiba saja mengaku kalah. Dan keluar dari arena pertandingan. Dan saat itulah telah ditetapkan keempat besar dari peserta pertandingan Alverst.

N Y A W A

Senja menyayat. Aku berjalan pulang dari rumah seorang kawan lama. Rasa-rasanya semua keringat dan bau apek menempel lekat di tubuhku. Ingin rasanya segera pulang. Terlebih lagi,jalanan yang mulai ramai dengan deru mesin dari kendaraan besi-besi itu. Produk revolusi industri di tahun 20-an. Namun indahnya senja yang angkuh menggantung di langit sana seolah menertawakan aku dan puluhan manusia yang sudah lepek seperti kertas tisu basah. Ya,senja itu angkuh namun tenang dan tak ada yang mampu menandingi keindahannya. Setianya ia menggantung di atas sana,menemani sore kami,dan menjadikannya lebih indah sehingga kami mampu mengucap subhanallah.

Kuputuskan untuk berhenti sejenak untuk beristirahat,dan duduklah aku di sebuah halte bus yang sepi. Puluhan kendaraan per menitnya melewat begitu saja dihadapanku. Pikiranku mengawang dan berfikir bagaimana rasanya menjadi langit. Bagaimana rasanya melihat benda-benda ini dan manusia-manusia yang merayap di bawah langit. Apa yang dia pikirkan atas asap-asap racun yang keluar dari benda-benda sampah itu ? Apakah langit akan murka dan mengutuk manusia pengendali benda-benda itu? Jika saja dia bisa bicara,mungkin manusia tak lagi egois dan menganggap langit hanyalah hiasan,sekedar pemanis. Dasar..manusia. Ada-ada saja alasannya.

Sejauh mata memandang,hanyalah mesin-mesin besi sampah yang merayap di jalanan dan juga para pejalan kaki seperti aku. Kasihan pejalan kaki,mereka harus berebut lahan untuk berjalan dengan pedagang kaki lima dan juga sepeda motor yang usil berjalan di trotoar. Sempat terlintas keinginanku untuk menyenggol sepeda motor itu. Biar tersungkur dia jatuh! Dasar makhluk maruk,serakah,egois! Lagi-lagi manusia. Ckckckckck….

Jika satu kendaraan besi-besi sampah itu berisikan dua atau empat orang ,dikalikan dengan jumlah kendaraan yang melintas dihadapanku per-menitnya lalu ditambah dengan pengguna sepeda motor,tak terhitung berapa banyak polusi dan nyawa yang melintas di jalanan ini setiap harinya. Rasa-rasanya kalau tidak salah,penduduk dunia sudah mencapai enam milliar jiwa! Angka yang fantastis. Ledakan populasi diakibatkan perang dunia sudah berakhir. Yang kutahu dimulai pada awal tahun 90-an (di Indonesia).

Merasa sudah cukup beristirahat,aku pun beranjak dari halte. Sampai suatu saat aku mendengar suara kemerosok. Seperti sesuatu yang bergerak-gerak. Aku pun mencari darimana sumber suara itu,dan ternyata berasal dari tumpukan sampah-sampah yang terletak disamping belakang halte. Posisinya memamng terhalangi oleh sebuah betontiang penyangga untuk aliran kabel listrik. Dengan penuh rasa penasaran aku pun mendekati tumpukan sampah itu dan….. Astagfirullah  aku terperanjat sejadi-jadinya. Ternyata suara kemerosok itu datang dari seorang manusia!

Aku tidak percaya atas tubuh yang terletak dihadapanku. Manusia! Seorang manusia hidup di antara timbunan sampah di salah satu jalan di kota Bandung! Dia seorang nenek tua yang tunawisma. Lusuh,kucel,tatapannya nanar,dan renta. Kakiku gemetaran melihatnya. Bukan karena aku takut,namun karena rasa ironi menyergap tubuhku. Dengan perasaan yang tidak karuan,aku dekati nenek tua itu. Langsung aku merogoh air mineral dari tasku dan sekerat roti yang kubawa pulang sehabis dari rumah kawan lamaku itu. Ketika beliau menerimanya,aku pun lantas pergi. Berjalan dengan setengah berlari menjauhi tempat itu dengan perasaan yang tidak karuan. Rasanya seperti telah menghadapi kenyataan yang tak ternangguhkan. Begitu banyak manusia-manusia yang melintas. Namun mengapa hanya sedikit yang sadar atas kehadiran nenek tua itu?

Sesampainya dirumah,perasaanku masih berkecamuk. Aku marah,kesal,sedih dan kecewa atas kenyataan yang aku lihat tadi. Sadarkah kau kawan? Dia! Nenek tua itu, adalah makhluk yang bernyawa! Namun diperlakukan tak layak seperti halnya sampah. Mungkin bukan hanya dia,dan bahkan ada jutaan di dunia ini yang bernasib seperti nenek tua itu. Mereka adalah manusia yang ber N-Y-A-WA. Salahkah mereka jika nasib mereka buruk? Patutkah kita memandang mereka rendah hanya karena status sosial? Aku menyumpahi mereka yang ongkang-ongkang kaki di DPR ! dan manusia-manusia yang antipati terhadap mereka, golongan manusia yang termarginalkan oleh sistem. Dikihianati nasib!  ditipu oleh makhluk sesamanya,dirampas hak-haknya oleh pemimpinnya!

Manusia hadir di dunia karena keinginan yang dimana dia lahir beserta nyawa dan mereka adalah M-A-N-U-S-I-A yang ber N-Y-A-W-A! Sama seperti kita. Namun mengapa kita,manusia memalingkan kepala kita atas kehadiran mereka. Berapa banyak lagi nyawa yang harus menderita sampai akhirnya kita mau peduli kepada mereka? Kita hadir di dunia dengan sama-sama merengkuh nyawa. Namun mengapa,mereka yang termaginalkan dianggap hanya sebatas angin lalu dan bayangan saja? Alam semesta dan kebodohan manusia. Hal yang sama-sama tak terbatas. Adakah keajaiban itu, Tuhan?

INGATAN 12: IKATAN PERSAUDARAAN DAN CINTA

“Pertandingan ke-10 yaitu pertandingan antara kedua saudari kembar Ivish dan Aileen segera dimulai. Ini merupakan pertandingan yang menarik, karena mereka berdua adalah cucu dari sponsor pertandingan Tetua Dispilavero. Kedua peserta sudah bersiap untuk bertarung diarena dan para penonton tidak sabar menunggu pertandingan dimulai. Baiklah, tanpa menunggu lagi pertandingan puncak Alverst yang ke-10 dimulai!”(Wasit)

Huh akhirnya pertandingan penentuan kita dimulai.”(Aileen) “Benar sekali, dalam pertandingan ini siapapun pemenangnya akan mendapatkan Aniel.”(Ivi) “Ayo seranglah kapan saja Adiku.”(Aileen) “Eh, aneh kenapa? Tidak biasanya kakak memanggilku dengan sebutan adiku.”(Ivi) “Ada apa, kenapa diam saja? Ini pertandingan bukan adiku?”(Aileen) “Cerewet, kakak diam saja!”(Ivi) “Aku beritahu, kau yang sekarang tidak mugkin bisa mengalahkan kakak. Masih tak mau maju, baiklah kalau begitu aku yang mulai.”(Aileen)

Dengan tiba-tiba serangan Aileen mementalkan Ivi hingga jatuh. “Apa ini, padahal kakak tidak bergerak sedikitpun. Aku  tahu dia punya zend elemental cahaya. Tapi aku sudah terbiasa dengan itu. Tapi serangan ini apa castrixnya. Jika dipikir-pikir aku belum pernah melihat castrix kakak.”(Ivi)

Tak lama Ivi sadar bahwa dia terjatuh karena tertarik benang yang melilit tubuhnya. “Akhirnya kau sadar, itu adalah castrixku Sizivas Lanoum (Garis Tebar Cahaya). Huh, tapi gara-gara terlalu kuat aku mengurangi energi shinshonya sampai batas minimal hingga jadi benang begini. Bagaimana Adiku masa baru begini sudah kerepot an.”(Aileen) “Jangan meremehkanku kakak”(Ivi)

“Justru sebaliknya kau jangan meremehkanku Adiku, sekarang aku serius karena ini menyangkut masalah Aniel.”(Aileen) “Aku juga tahu. Yang menang akan mendapat kan Anielkan.”(Ivi) “Bodoh! Bukan sebatas itu. Kau tahukan orang yang bagaimana Aniel itu. Memang untuk sekarang dia yang masih lupa ingatan tidak masalah, tapi nanti….. Ah! Dia itu sangat membutuhkan orang yang bisa melindunginya. Dengan kekuatanmu yang seperti itu jangan berharap kau ingin menjadi pendampingnya.”(Aileen) “Apa maksud kakak? Kenapa jadi pembicaraan seperti ini?”(Ivi) “Tidak ada pilihan lain selain ini, untuk membuatmu mengerti, Rigim Tremilaole!”(Aileen)

Untuk beberapa saat dilihat dari sudut pandang penonton mereka berdua sama sekali tidak bergerak. Sudah 3 menit berlalu tapi tidak ada satupun dari mereka berdua yang bergerak. “Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?”(Aniel) “Jangan-jangan, mereka masuk Dimensi Amecia.”(Sani) “Eh tunggu, sepertinya aku pernah dengar nama itu.”(Aniel) “Itu bukan nama tapi sebuah tempat dimana hanya pikiranlah yang bisa bergerak didalam nya.”(Sani) “Apa maksudmu?”(Aniel) “Walaupun mereka terlihat diam, tapi sebenarnya mereka sedang bertarung di dalam tempat itu.”(Sani) “Tapi apakah kita hanya bisa melihat tubuh mereka saja yang sedang diam dari tadi disana?”(Aniel) “Sebenarnya aku bisa membawamu ketempat itu karena aku juga sedikit bisa elemen cahaya walau tak sehebat Aileen.”(Sani) “Kalau begitu tunggu apa lagi, bagaimana supaya aku bisa ketempat mereka?”(Aniel) “P..p…peee…”(Sani) “Pe?”(Aniel) “Pegang tanganku A, Aniel.”(Sani) “Baik.”(Aniel) “Rigim Tremilaole.”(Sani)

3 menit sebelumnya. “Apa. I…ini? Tempat ini?”(Ivi) “Ditempat ini kita bisa menggunakan kekuatan penuh jadi tidak masalah. Ayo Adiku keluarkan kekuatan terbaikmu. Kalau tidak, karena kesalahan aku bisa tak sengaja….. MEMBUNUHMU!”(Aileen)

Serangan dasyat Aileen yang sangat cepat seperti laser cahaya yang besar tidak seperti serangan sebelumnya yang berupa benang. Tapi untung Ivi masih bisa menghindarinya. “Ugh…. bahaya sekali kakak benar-benar serius.”(Ivi) “Kenapa? Coba perlihatkan seluruh kekuatan mu!”(Aileen) “Castrix, Mycry Stalian!”(Ivi)

Dengan sangat cepat Aileen langsung ada di depan Ivi. “Percuma…… Aku pernah bilang Aniel sangat membutuh kan orang yang bisa melindunginya. Tapi dengan kekuatanmu yang seperti itu, mustahil kau bisa melindungi siapapun. Dengar ya Adiku, kalau kau kalah dariku dalam pertandingan ini…. MENJAUHLAH DARI ANIEL.”(Aileen)

“Menjauh.”(Ivi) “Benar, keberadaanmu sekarang mungkin bisa membuat Aniel mengingat kembali masa lalunya yang menyedihkan. Dan membuat kepribadiannya berubah menjadi Aniel yang dulu. Jadi lebih baik kau menjauhlah darinya!”(Aileen) “Apapun yang terjadi, aku tidak akan menjauh…DARI ANIEL.”(Ivi)

Pertarungan yang dasyat terlihat Ivi terus berusaha melawan serangan-serangan dari Aileen. Sementara itu Aniel dan Sani sudah ada di Dimensi Amecia buatan Aileen. “Tem, tempat ini… Dataran Bethwee. Apa itu, tempat ini jadi seperti medan perang.”(Aniel) “Eh, kau tahu tempat ini Aniel?”(Sani) “Ya, tunggu coba lihat mereka disana Sani.”(Aniel)

“Ha ha ha, pertahanan yang bagus, sudah sekitar 3 menit kau bertahan Adiku.”(Aileen) “Nggak mungkin menang. Aniel…..A,aku tidak mungkin menjauh dari Aniel. Karena, karena Aniel adalah segalanya bagiku, tak mungkin aku menjauh darinya semudah itu.”(Ivi) “Hah! Segalanya, ya. Jangan berlebihan! Apa kau tidak sayang dengan Aniel? Jika dia kembali ingat masalalunya dia akan kembali menjadi orang yang tidak tahu apa arti perasaan. Apa kau ingin Aniel menjadi seperti itu lagi?”(Aileen) “Ta….tapi kakak…”(Ivi) “Aniel yang sekarang sudah bisa tersenyum dan merasakan apa yang namanya oranglain. Aku sudah cukup senang dengan melihatnya yang mengerti itu. Sekarang aku tidak akan membiarkannya kembali menjadi seperti dulu gara-gara kebodohanmu. Jadi lebih baik…KAU MENJAUH DARINYA! Lepas pengekangan Redeblia Laniiclas (cahaya peng hancur).”(Aileen)

“Gawat, serangan ini…..Crynola fequentra (pelindung es 4 penjuru).”(Ivi) [DUAAARRRRRR] “Ugh…A, aku tidak mungkin menang melawan kakak. Tak kusangka castrix dari pewaris pilar puncak sehebat ini. Apalagi kakak masih terlihat main-main. Tapi pembicaraan yang tak masuk akal….walau aku diminta menjauhi Aniel, tapi dengan perbedaan kekuatan seperti ini. Di dalam dataran Bethwee ilusi buatan kakak dari awal aku….Eh! Ilusi? Begitu, ya.”(Ivi)

“Iviiiiiiiii….Aileeeen…”(Aniel) “Sani!! Dan Aniel!!”(Ivi) “Ini pertarungan yang seperti mimpi buruk, cuma ilusi kok.”(Sani) “Lho! Kenapa bisa Aniel ada di sini. Ah Sani, pantas saja. Bagus, lihatlah Aniel bagaimana aku mengalah kan Ivi. Ini serangan terakhir.”(Aileen) [SUUUUUSSSSSHH] “Apa!”(Aileen)

Sejak dunia tercipta(Mertyfioa Trinaieq), samudra es yang abadi(Crymir Ermathokilae), dunia yang membeku dan membersihkan segala pengrusakan(Stymnika Cresfadiantla Lophikathe Abcruna), katetapan hati bagai bunga kristal yang suci(Yraklox Taimmtra Oqtrena Stalicry Miana), melebur dalam jiwa menjadi satu hingga menembusi pembatas tubuh dan alam(Avlanky Tagfaroh Lea Mav De Zeo Mekiula), ZEOTRIX!”(Ivi) [TRING] “Amrhania Mycry Stalian (Malaikat Bunga Kristal Es).”(Ivi)

Secara mengejutkan Ivi mengeluarkan tahap ke-5nya, zeotrix. Terlihat tubuhnya menyatu dengan bunga kristal besar yang ada dipunggungnya. Helaian mahkota bunga yang indah dan membentuk seperti sayap malaikat, itulah perwujudan zeotrix dari Ivi. “Kakak, walau aku menang atau kalah, aku tetap tidak akan menjauhi Aniel. Mungkin benar apa kata kakak, keberadaanku bisa saja membuat Aniel menjadi dirinya yang dulu. Tapi…..tenang saja, aku akan membuat Aniel tetap bisa tersenyum dan menyadari pentingnya oranglain.”(Ivi) “Hmm…Jadi begitu. Mungkin dia sekarang tidak ingat. Tapi sebenarnya yang pertama kali membuat Aniel tersenyum adalah kau Ivi. OCEHANMU YANG SENTIMENTIL ITU APA BISA TERWUJUD.”(Aileen) “BISA.” (Ivi) “Ha ha ha. Fuhhh. Menarik juga. Baiklah, paling tidak tunjukanlah kekuatan kesungguhanmu!”(Aileen)

“Aniel….lihat saja aku akan tetap mempertahankan senyumu.Baik!!!”(Ivi) [SWOSSSHHH] “Aniel cepat pegang tanganku, kita keluar dari Dimensi Amecia ini.”(Sani) “Eh, kenapa? Akukan ingin melihat pertarungan hebat mereka sampai akhir.”(Aniel) “Tidak bisa, karena flax Ivi dalam wujud zeotrix terlalu kuat, dimensi yang dibuat oleh Aileen tidak akan bertahan lama lagi.”(Sani) “Baiklah, Iviiii….Aileeennnn… siapapun yang menang tidak masalah aku tetap mendukung kalian berdua…Jadi Semangat.”(Aniel)

Pertarunganpun kembali di tengah arena. Ivi dan Aileen yang tadinya diam kini kembali bergerak, disertai dengan asap putih yang menutupi arena. Ketika asap mulai menghilang terlihat bayang satu orang yang tergeletak dilantai arena. Dan orang itu adalah Aileen. Wasit yang melihatnya dengan segera menetapkan bahwa Ivilah pemenangnya.

“Kau tidak terluka kakak?”(Ivi) “Ahh, aku capek… bagus, kau menghantam teknik ilusiku.”(Aileen) “Te..terima kasih, kakak.”(Ivi) “Eh? Apa maksudmu?”(Aileen) “Nasehat kakak barusan. Memang kekuatanku tidak mungkin bisa menang darimu. Tapi dengan memperlihatkan kekuatan dari keinginan sendiri adalah jawaban untuk menghancurkan ilusi itu sendiri.”(Ivi) “Ng? Ah, nggak kok.”(Aileen) “Memang tanpa sadar aku sudak lengah dalam melindungi Aniel karena terbuai kebahagiaan. Kakak mengingatkanku dengan cara seperti ini. Kakak ternyata bukan hanya pewaris pilar pusat yang hebat, demi aku yang menjadi rival kakak selama ini…Terimakasih banyak kakak.”(Ivi) “O, oi Ivi, aku nggak tahu arah mana yang membuatmu salah paham. Aku hanya sedikit mengerjaimu kok. Aku memberitahumu supaya kau menjauhi Aniel hanya untuk membuatmu bingung. Jangan salah paham.”(Aileen) “Tidak usah merendah begitu, aku tersentuh lho.”(Ivi) “Eits, jangan sentuh-sentuh! Kebodohan mu itu apa sudah sampai ketulang, ya. Kenapa malah salah paham?”(Aileen) [2 bersaudari yang terus mengoceh se panjang lorong yang menuju tempat peserta]

“Oiiii…Iviii….Aileen…..pertarungan yang hebat!.”(Aniel) “Anielll!.”(Ivi&Aileen) “Jadi yang akhirnya menang Ivi ya.” (Aniel) “Iya aku yang menang.”(Ivi) “Enak saja, aku yang menangkan.”(Aileen) “Eh?”(Aniel) “Apa maksud kakak? Tadi jelas-jelas wasit yang menyebut namaku sebagai pemenang. ”(Ivi) “Tapi, waktu di Bethwee aku kan yang menang, kau kalah karena cuma bisa menahan zeotrix selama 10 detik. Menyedihkan padahal kau tadi berterimakasih, tapi sekarang malah ingin menang sendiri.”(Aileen) “Yang petingkan dipertandingan asli bukan di tempat buatan kakak. Jadi aku yang mendapatkan Aniel.”(Ivi) “Curang, kau tahukan menggunakan teknik itu banyak memakan energi, jadi aku langsung kecapeian begitu keluar dari sana.”(Aileen)

“Alasan…”(Ivi) “Ah, Aniel aku sangat lemas sekali.”(Aileen) [pura-pura berakting] “Kau tidak apa-apa Aileen?”(Aniel) “Woi kakak, jangan seenaknya pura-pura jatuh kepangkuan Aniel.”(Ivi) “Tidak apa. Oh ya, aku jadi ingat.”(Aniel) “Ingat apa?”(Aileen) “Begini, tadi aku sempat membeli hadiah untuk kalian berdua.”(Aniel) “Hadiah?”(Ivi)

“Ya, hadiah karena kalian berusaha keras dalam pertandingan tadi. Bagiku siapapun yang menang tidak masalah yang penting kalian bisa tetap akur sebagai kakak adik. Ini dia hadiahnya.”(Aniel) “Inikan.”(Ivi&Aileen) “Yap, sebuah pita rambut biru untuk Ivi, dan pita rambut kuning untuk Aileen. Kalau dilihat, aku cukup sulit membedakan kalian berdua dari rupa. Walaupun kepribadian kalian berdua berbeda jauh. Jadi apa kalian…….”(Aniel) [hiks hiks]

“Eh, kenapa kalian berdua menangis? Apa hadiahnya tidak sesuai selera kalian?”(Aniel) “Tidak sama sekali, hiks… Hueeeee…..”(Ivi&Aileen) “Lho??”(Aniel) “Ini pertama kalinya, Aniel memberi hadiah padi kami berdua. Kami sangat senang.”(Ivi&Aileen) “Serius, memang aku tidak pernah memberikan hadiah pada kalian berdua sebelumnya?”(Aniel)

“Eh, itu sih.”(Ivi) “A, Aa maksud kami ini hadiah pertama sejak kita bertemu lagi.”(Aileen) “Oh begitu.”(Aniel) “Ingat Ivi jangan sampai Aniel tahu dia yang dulu seperti apa?”(Aileen) “Roger!”(Ivi) [2 saudari yang sedang berbisik] “Oh ya, aku juga punya tambahan hadiah. Tapi ini khusus untuk Aileen.”(Aniel) “Waaaah^_^!”(Aileen) “Ehhh>,<.”(Ivi)

“Kenapa cuma untuk kakak? Padahal akukan yang menang, seharusnya aku yang dapat lebih.”(Ivi) “Maaf, bukan begitu maksudku, Ivi. Aileen!”(Aniel) “Ya.”(Aileen) “Matamu itu minuskan?”(Aniel) “Eh, ah ya. Kenapa kau bisa tahu?”(Aileen) “Aku sudah curiga ketika kau memelukku waktu pertama kali kita bertemu. Walau sedikit samar oleh air mata, bayang pupil di matamu refleksinya agak bergeser sekitar 0,15 dioptri. Lalu aku meyakinkannya ketika kau bertarung dengan Ivi di Bethwee. Walaupun serangan areanya luas tapi itu tidak tepat mengenai titik tengah lawan. Dari situ aku yakin bahwa kau punya masalah dengan penglihatan.”(Aniel) “Eh.oh.Hah(~.~)?”(Ivi) [tidak mengerti]

“Hebat sekali Aniel, kau bisa tahu itu. Pengamatan yang luar biasa, dia bisa tahu hanya dengan dua kali pengambilan data. Ternyata selain berbakat menjadi exorear , dia juga bisa dikatakan jenius. Padahal dia dulu tidak seperti itu.”(Aileen) “Jadi ini aku sudah membelikan kaca mata untukmu. Aku sudah tanya Sani kira-kira minusmu sekitar 1,5 kan. Ya, tinggal apa kau suka bentuknya?”(Aniel)

“Ya, terimakasih Aniel.”(Aileen) “Lihat Aniel, apa aku terlihat cantik dengan pita ini?”(Ivi) “Yap, kalian berdua cantik. Dan dengan ini aku tidak akan sulit membedakan kalian berdua. Ivi yang pakai pita biru. Dan Aileen yang pakai kacamata dan pita kuning.”(Aniel)

Kumpulan Kosakata Rahdax Anamnesia

Dalam sesi ini, sepertinya banyak sekali pertanyaan tentang ingatan 12 ini. Kita mulai dari Dimensi Amecia. Jika dijelaskan secara teori dimensi adalah sebuah keberadaan sedangkan Amecia adalah kata yang diambil dari bahasa se nos yang artinya mimpi. Jadi bisa dikatakan bahwa Dimensi Amecia adalah dimensi mimpi. Berbeda dengan mimpi yang kita alami ketika tidur. Dimensi ini hanya bisa diciptakan khusus oleh pengguna elemen cahaya. Dengan sebuah ucapan kata Rigim Tremilaole yang disebutkan oleh Aileen pertama kali. Itu bukan kata biasa, kata itu juga diambil dari bahasa se nos yang artinya terbukalah ilusi cahaya. Teknik ini sebenarnya sangat memakan banyak energi penggunanya. Orang yang menggunakan dan orang yang bersentuhan dengan pengguna akan langsung terbawa ke dimensi itu. Walaupun hanya pikiranya saja yang ada disana sedangkan tubuh aslinya tetap ditempat dan diam seperti orang melamun. Untuk selanjutnya adalah penjelasan tentang tahap ke-5 Zeotrix. Dalam kosakata sebelumnya telah dijelaskan bahwa zeotrix adalah diri alam dan merupakan puncak kekuatan exorear. Disini akan dibahas lebih jelas yaitu mekanisme pengaktifannya. Pertama setelah menghimpun energi pengguna memisahkan energi menjadi 2 bagian. Kedua energi itu adalah cakra dan sakra. Cakra ada ditangan kanan yang berupa castrix yang dipegangnya, sedangkan sakra ada ditangan kiri yang nantinya akan berwujud seperti emblem. Pada Ivi yang menggunakan pertamakali tidak digambarkan bahwa ketika dia memisahkan cakra dan sakra, ditangan kirinya ada sebuah emblem berbentuk bunga kristal. Lalu setelah itu pengguna mengucapkan kalimat ikatan perjanjian seperti Ivi sebelumnya. Dalam cerita asli sebenarnya pengucapannya menggunakan bahasa se nos. Namun pada cerita ini saya menambahkan arti dalam bahasa Indonesianya. Memang seperti sebuah ucapan mantra penyihir. Tapi sebenarnya baik dari struktur, ikatan perjanjian, jenis energi, dan batas penggunaannya jauh berbeda. Jika penyihir melafalkan mantra sambil memanggil ruh yang bersangkutan, maka exorear melafalkannya dengan meminjam partikel alam, baik dari bumi atau dimensi lain jika tidak tersedia. Setelah pelafalan pengguna berusaha menggabungkan kedua enegi itu. Baik cakra maupun sakra. Ini adalah bagian terpenting, karena jika gagal akan menyebabkan kerusakan pada tubuh. Ketika tahap ini sukses maka tubuh pengguna akan menyatu dengan alam dengan kata lain menyatu dengan elemen dirinya. Ketika ada ditahap ke-5 seorang exorear akan mendapat sebuah nama gelar dibelakang nama diri keduanya seperti pada Ivi yang pada awalnya castrixnya bernama Mycry Stalian. Dalam wujud zeotrix menjadi Amrhania Mycry Stalian.

The World Has Turn and Left Me There


“The world has turned and left me here
Just where I was before you appeared
And in your place an empty space
Has filled the void behind my face

I just made love with your sweet memory
One thousand times in my head
You said you loved it more than ever, you said
You remain, turned away
Turning further everyday”

-Weezer: Blue Album-

INGATAN 11: JANGAN MEMPENGARUHI JIKA TAK INGIN DIPENGARUHI

Pertandingan perempat final Alverst akan segera dimulai. Sebelum memulai pertandingan keduanya, Aniel bertanya pada Ivi tentang Sani, lawan yang akan dihadapi nya nanti. “Ivi, kau tahu tidak sedikitnya tentang Sani lawanku nanti?”(Aniel) “Yang kutahu, kalau Sani itu manusia setengah robot. Memang yang kudengar dulunya dia adalah seorang exorear sama seperti kita, tapi pada suatu hari dia gagal dalam sebuah misi dan terluka parah, sampai tubuhnya hancur. Sehingga tidak mungkin disembuhkan bahkan oleh tim penyembuh exorear sekalipun. Akhirnya jalan terakhir hanya menjadikannya setengah robot.”(Ivi)

“Oh begitu, jadi yang pasti dia sekarang masih se orang exorearkan? Kalau begitu jadi lebih menarik.”(Aniel) “Tapi kuperingatkan hati-hati dengan castrixnya. Kudengar dia cukup hebat, jadi jangan sekali-kali mengurangi kekuatan ya!”(Ivi) “Baik, terima kasih Ivi atas informasinya, aku pergi dulu kearena.”(Aniel) “Ya kau harus menang jangan sampai kalah dan janji kau akan bertarung dengan ku nanti!”(Ivi)

Akhirnya pertandingan pertama perempat final dimulai. Yaitu pertandingan Sani M.M.X1 dan Fire Mask (Aniel). “Ayo kita bertanding sani.”(Aniel) “Baik aku akan serius, karena kaulah sang terpilih yang banyak dibicarakan.”(Sani)

Untuk pertamanya kali dalam petandingan Sani mengeluarkan castrixnya, yaitu “Albeastra Vulrishis”(Cawan Pelangi) yang berbentuk 7 bola yang mengelilingi tubuhnya. Aniel pun mengeluarkan castrixnya. Dan langsung menge luarkan jurus andalannya phromeon. Tapi tiba-tiba bola merah milik Sani bergerak dan mengeluarkan api, menghadang serangan phromeon Aniel.

Tidak hanya itu, bola jingga milik Sani ikut bergabung dengan bola merah dan serangan api yang digunakan tadi berubah jadi besi baja sehingga menghentikan serangan Aniel. Aniel penasaran dengan castrix yang digunakan Sani. Tapi tanpa memberi waktu, Sani melanjutkan serangannya. Kali ini dia menggabungkan bola hijau dan biru sehingga menghasilkan energi berupa es yang membuat lapangan pertandingan menjadi beku. Aniel menyadari bahwa Sani bukan sembarangan exorear.

Sementara itu dibangku peserta, Ivi yang melihat pertandingan terkejut melihat kekuatan Sani. Tak disangka dia memiliki kemampuan elemen es, api dan logam sekaligus. Tapi Aileen berkata bahwa bukan hanya itu elemen yang dikuasai Sani. Dia menguasai semua elemen dasar dan campurannya. 7 bola yang mengelilinginya adalah bola elemen yang masing-masing memiliki warna tersendiri. Tiap warna mewakili warna pelangi dan elemen dasar. Dan jika digabungkan menghasilkan elemen baru. Merah sebagai tanda api, jingga sebagai tanda tanah, kuning sebagai tanda cahaya, hijau sebagai tanda angin, biru sebagai tanda air, nila sebagai tanda petir, dan ungu sebagai tanda kegelapan.

Artinya Aniel sekarang sedang melawan seorang exorear yang memiliki kekuatan banyak exorear. Aniel pun memikirkan hal yang sama, bahwa dia tahu Sani menguasai semua elemen dasar. Karena itu dia mencari-cari celah ketika jeda penggabungan elemen.

Sementara itu diluar dugaan bola es dan logam hasil gabungan tadi bergabung lagi. Membentuk satu bola dan bola itu pun bersinar dan menghasilkan dinding kristal yang menutupi arena. Sehingga membuat penonton tidak bisa melihat pertandingan.

Aniel terkurung didalam dan tiba-tiba diserang oleh Sani dengan sinar putih yang cepat. Walaupun Aniel bisa menghindarinya, tapi dia terus menerus diserang. Kali ini dengan bola hitam serperti waktu melawan Rhu. Aniel tersedot kedalam bola itu lalu dengan zend yang cepat Sani ada diatas Aniel dan siap mengeluarkan serangan penghabisan.

Aniel ingin menghindari serangan tapi tubuhnya tertarik bola hitam dan kakinya tertahan es. Dari situ mata Aniel menjadi merah lagi dan tiba-tiba pedang Ephromen diselimuti api. Lalu Aniel menebas pedangnya sehingga membuat bola hitam hancur dan es yang menahan kaki meleleh. Aniel pun menangkis serangan Sani dari atas sambil berkata, “Serangan yang bagus Sani”. Dari ekspresi wajah dan kata-kata Aniel ketika menangkis serangannya, Sani mengingat sesuatu tentang kakaknya yang mengajari dia waktu masih kecil.

Itu kenangan sewaktu Sani masih manusia seutuh nya. Kakaknya waktu itu adalah seorang exorear juga. Dan disuatu hari ketika Sani dan kakaknya sedang melakukan misi, terjadi hal yang tak terduga. Mereka berdua diserang sekelompok demon. Karena demi melindungi Sani, kakaknya mati terbunuh. Dan Sani pun terluka parah karena itu. Yang membuatnya hanya bisa disembuhkan dengan cara menjadi setengah robot.

Anehnya Aniel bisa melihat kedalam pikiran Sani dan mengetahui tentang kejadian itu. Mungkin karena pengaruh castrix Sani yang berbenturan dengan pedang Aniel. Namun diakhir-akhir Aniel melihat sesosok makhluk hitam yang sepertinya Aniel kenal, lalu tiba-tiba makhluk itu meledak dan menghancurkan semua.

Dari situ Aniel keluar dari pikiran Sani. Namun penglihatan Aniel mulai menghitam dan gelap. Aniel mulai kehilangan kesadarannya. Ketika sadar Aniel mendengar sorakan penonton dan melihat Sani yang keluar dari arena. Aniel tidak tahu apa yang terjadi. Tak lama wasit meneriakan bahwa Aniel lah pemenangnya.

Aniel bingung lalu langsung segera menghampiri Sani dan mengulurkan tangannya membantu dia berdiri. Namun ketika melihatnya, Aniel malah lebih bingung lagi. “Kakak”(Sani). Sani melihat Aniel seperti melihat kakaknya lalu memeluknya. Sementara itu Ivi dan Aileen yang melihatnya berteriak dan dengan cepat langsung mencoba memisahkan Sani yang memeluk Aniel. “Sebenarnya apa yang terjadi?”(Aniel)

“Apa yang kalian lakukan dia ini kakakku.”(Sani) “Apa maksudmu, lihat baik-baik dia itu Aniel lawanmu.”(Ivi) “Eh, Aniel bukannya dia ka…..”(Sani) buff…..(wajah memerah) “Hai, ini aku, Sani.”(Aniel) “Ma..maaf Aniel aku kira tadi kau kakakku.”(Sani) “Alasan.”(Aileen) “Mungkin karena terkena serangan keras darimu processor bagian ingatan aktif sendiri dan mempengaruhi penglihatanku.”(Sani) “Ah, tidak apa-apa hmm… serangan! Oh ya, sebenarnya kenapa aku bisa tahu-tahu menang?”(Aniel) “Ehhhhhhhhhhhh.”(semua)

Ketika waktu istirahat 15 menit tiba, Ivi dan Aileen menceritakan kejadian pertandingan tadi pada Aniel. “Yang kutahu Sani membuat dinding kristal yang menyelimuti arena, sehingga membuat kita dan para penonton tidak bisa melihat pertandingan.”(Ivi) “Lalu terpaksa kami melihat pertandingan didalam dengan cara merasakan struktur energi dan penglihatan aura walaupun tidak terlalu jelas.”(Aileen) “Tak lama lalu dinding hancur dan Sani terpental jauh keluar arena. Dan begitulah apa yang kami lihat. Lagian kenapa kau bisa tidak ingat, apa kau bertanding sambil ngelindur Aniel.”(Ivi) “He he he maaf-maaf.”(Aniel) “Oh, ya bagaimana dengan kau Sani pasti kau ingat jelaskan bagaimana Aniel melawanmu.”(Ivi) “Maaf aku juga tidak terlalu megingatnya karena processor ingatanku aktif sendiri dan membuat kacau jalannya kesadaran.”(Sani)

“Kacau, ada saja pertarungan seperti ini. Kedua petarung lupa bagaimana mereka bertandingan.”(Ivi) “Aniel, bagaimana denganmu. Apa kau sama sekali tidak mengingat pertandingan?”(Aileen) “Hmm.. tunggu sebentar aku coba ingat-ingat. Kalu tidak salah aku ingat setelah aku terkurung didalam dinding kristal, terus diserang bertubi-tubi oleh Sani. Sampai aku terjebak dan tak bisa bergerak. Lalu Sani menyerangku dari atas dan aku menahannya dengan Ephromen. Dan anehnya aku tiba-tiba bisa melihat kenangan Sani.”(Aniel) “Kenangan?”(Aileen) “Ya, aku melihat Sani berlatih keras dengan kakaknya. Lalu dalam sebuah misi kakaknya meninggal dan Sani terluka parah. Dan diakhir aku melihat sosok makhluk hitam yang menghancurkan segalanya. Lalu aku keluar dari Sani tapi penglihatanku mulai menghitam dan tahu-tahu begitu sadar aku menang.”(Aniel)

“Jadi kau sudah tahu tentang kakakku Aniel.”(Sani) “Ya, dan kau juga. Dulu ternyata kau perempuan yang cantik.”(Aniel) “Te te terima kasih.”(Sani) “Ugh.”(Ivi) “Hmm…. Oh ya Aniel setelah ini giliranku bertanding nanti dukung aku yaa.”(Aileen) “Enak saja kakak, Aniel nanti juga dukung aku yaa.”(Ivi) “Tenang saja nanti dipertandingan aku akan mendukung kalian berdua.”(Aniel) “Tidak bisa begitu.” (Ivi&Aileen) “Eh..”(Aniel)

“Siapa yang lebih kau pilih menjadi lawan dipertanding an selanjutnya diantara kami berdua.”(Ivi) “Hmm siapa ya? Ah, yang pasti yang lebih kuatkan.”(Aniel) Tring…”Sudah ditetapkan yang memenangkan pertandingan akan mendapatkan Aniel.”(Aileen) “Ehh.”(Aniel) “Dan yang menang adalah yang paling kuat.”(Ivi) “Tunggu dulu kalian berdua!”(Sani) “Apa?”(kompak) “Ingatan kali ini sudah habis jadi..”(Sani) “Jadi?”(kompak) “BERSAMBUNG.”

 

Kumpulan Kosakata Rahdax Anamnesia

Kali ini kita akan membahas tentang elemen dasar dan gabungannya. Dalam cerita ini elemen dasar ada 7 yaitu cahaya, angin, petir, tanah, air, kegelapan, dan api. Setiap elemen dasar bisa bergabung satu sama lain membentuk elemen baru. Seperti gabungan air dan udara yang menjdai es, tanah dan api yang menjadi logam pada jurus yang digunakan Sani. Sebenarnya itu masih bisa digabung lagi yaitu gabungan es dan logam yang menjadi kristal. Kristal adalah elemen kompleks yang terdiri dari gabungan banyak elemen. Namun masih ada gabungan elemen khusus lain yang belum ada pada cerita yaitu gabungan elemen cahaya dan kegelapan yang menjadi elemen bayangan. Cahaya hanya bisa bergabung dengan kegelapan dan sebaliknya. Tidak seperti kelima elemen lain yang bisa bergabung dengan banyak elemen. Untuk kali ini penjelasan bersambung dibagian kosakata tentang elemen berikutnya.

SELINGAN KHUSUS PENULIS

Hai para pembaca Rahdax Anamnesia yang saya hormati…. bagaimana cerita sampai ingatan 10 ini? Apakah menarik? Memang saya sebagai penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan dalam cerita ini. Harap dimaklumi, itu karena cerita ini hanya ringkasan semata dari cerita sebenarnya. Namun tidak usah khawatir, karena pada cerita selanjutnya akan ditambah lagi bagian kalimat langsung dan penggambaran umum ceritanya. Dijamin cerita selanjutnya akan digambarkan lebih realistis lagi dan tiap kali di temukan kosa kata sulit pada cerita, di akhir ingatannya pasti akan ada penjelasan secara langsungnya. Sebagai tambahan pengetahuan, setiap nama dari castrix diambil dari bahasa se nos. Contohnya saja castrix milik Aniel sendiri yang bernama Ephromen Newtyone (Penjaga Api Abadi). E artinya tanda ketetapan, Phrom artinya api, En artinya yang melindungi (penjaga), Newt artinya kehidupan, dan Yone yang artinya selamanya. Namun karena umumnya bahasa se nos menggunakan huruf tyxa dengan anagram yang cukup sulit. Sehingga untuk mencari arti sebenarnya dari tiap kata, membutuhkan pemahaman yang tinggi. Oh ya …. saya sampai lupa memberitahu informasi intinya. Apa kalian tahu arti dari judul cerita ini? Rahdax Anamnesia….. kata pertama Rahdax, sebenarnya bukan merupakan kata, melainkan sebuah singkatan kata dari bahasa se nos, yaitu: Remynosie Armmles Hesiothe Dmarasa Axerioa Xtempzin. Artinya Yang membatasi sesuatu yang berpasangan dan berlawanan. Sedangkan kata kedua Anamnesia diambil dari bahasa Inggris yang artinya ingatan dari kenangan masa lalu. Sudah jelaskan arti sebenarnya dari judul cerita ini!!! Untuk selanjutnya saya memohon kerja samanya. Terimakasih karena sudah mau membaca cerita ini.

Salam Penulis, Arc.

INGATAN 10: MENANG! KALAH! SERI! APA ADA PILIHAN LAIN?

            Setelah 15 menit pertandingan ke-6 pun dimulai. Yaitu pertandingan antara Gyn Hermales dan Ilma Navlan. Ilma dari awal sudah mengeluh karena tidak boleh membawa pistol atau senapan walau peluru yang digunkan hanya peluru karet. Karena dapat dipastikan wujud castrixnya adalah ssejenis senjata api. Namun sudah peraturan, dalam pertandingan dilarang menggunakan itu.

Gyn pun dengan santai berkata bahwa dia pun berjanji tidak akan menggunkan castrixnya dalam pertandingan kali ini. Ilma pun setuju dan pertandingan dimulai. (sok gentleman) Tiba-tiba saja Gyn merasakan sesuatu seperti peluru yang melesat dengan cepat kearahnya. Tapi dia bisa menghibndarinya. Namun para penonton tertawa melihat tindakan Gyn yang terlihat bernari-nari tanpa sebab. Penonton tidak tahu bahwa Gyn sedang menghindari sesuatu.

Dan sesuatu itu adalah sebuah koin yang ditembakan Ilma oleh tangannya. Gyn menyadari hal itu dari suara pantulan koin yang mengenai dinding arena. Bukan koin biasa, tetapi koin yang diperkuat oleh sho. Bahkan kekuatannya setara dengan 10x tembakan magnum sniper. Jika orang biasa terkena ini pasti akan langsung mati. Begitu juga exorear, walaupun memperkuat tubuh dengan sho, jika terkena sekali saja paling beruntung mungkin akan patah tulang. Bayangkan saja jika dalam pertandingan boleh menggunakan senjata api. Menggunakan koin yang ditembakan dengan jari saja sudah begini. “Wanita yang menyeramkan” (Gyn)

Dari situ Gyn mulai tampak serius. Walupun tidak disadari oleh Ilma, sebenarnya Gyn sedang menahan diri terhadap kekuatannya yang belum bisa diperkirakan. Shinshonya pun tampak akan diaktifkan. Tiba-tiba Gyn menghentikan gerakannya. Walupun begitu Ilma tidak ragu dan terus menembaki Gyn dengan koin.

Tak lama setelah itu muncul kilat kecil yang mementahkan semua serangan koin Ilma. Tentu saja Ilma cukup terkejut. Dia pun mengambil tindakan dengan mengambil jarak jauh untuk menyerang, lalu dengan zend berkesinambungan, Ilma seperti terlihat menghilang dari arena. Lalu Gyn pun membuka penuh shinshonya dan menimbulkan efek petir disekitar tubuhnya. Dengan sangat cepat dia pun bergerak menggunakan zend elemental. Tak lama setelah itu terlihat kepala Gyn sudah dibidik dari belakang oleh Ilma. Terlihat Gyn sangat terkejut lalu tanpa sadar mengeluarkan castrixnya “Incish Varsink” (Kilatan Mata). Dari situpun Ilma secara refleks mengeluarkan castrixnya juga “Nultiname Tizen” (Pecahan Dinding Kehidupan).

Gyn memang tak masalah karena bentuk castrixnya berupa tombak. Tapi lain dengan Ilma yang bentuk castrixnya berupa senapan yang menyelimuti tangan. Tak lama, wasitpun menghentikan pertandingan. Dan menyatakan pemenangnya adalah Gyn. Ilma didiskualifikasi karena menggunkan senjata api. Walaupun sulit diterima Ilma pun mengakui kekalahannya. Gyn pun meminta maaf padanya karena sudah melanggar janji dengan mengeluarkan senjata. Namun dengan sinisnya Ilma menjawab, “Di kesempatan berikutnya, aku pasti akan membunuhmu.”

Setelah 15 menit masa istirahat, akhirnya pertandingan terus dilanjutkan. Yaitu pertandingan antara Rangga Zeryan dan Ingdran Melou. Sebelumnya pernah dijelaskan bahwa Ingdran adalah salah satu pewaris pejuang rahdax sang pilar barat. Tentu saja sangat sulit bagi Rangga untuk mengalahkannya. Karena itu, tanpa menunggu lama Rangga langsung mengeluarkan castrixnya “Mizau Sequilm” (Lonceng Sabit). Ingdran pun terlihat tidak menahan diri dan langsung menyerang dengan castrixnya “Tyrranak Marcla” (Nafas Air). Pertarungan pun berlangsung sengit. Namun baru sebentar saja, Rangga terlihat cukup kesulitan.

Dengan menggunakan zend variasi, Rangga men coba mencari-cari celah dari Ingdran. Begitu terlihat celahnya diapun segera menyerang dari arah belakang. Namun ketika tinggal beberapa sentimeter lagi serangan Rangga mengenai Ingdran. Tiba-tiba muncul pilar air dari lantai pertarungan dan mendorong Rangga keatas. Tapi Rangga tidak menyerah begitu saja dari langit dia mengeluarkan jurus khusus miliknya. Karena dikedua tangannya ada sabit kembar, lalu diapun menggabungkan keduanya hingga membentuk sabit raksasa. Dengan penuh tenaga dia melempar sabit itu kearah Ingdran, dan membuat arena tengah hancur.

Mengira serangannya berhasil Rangga tidak sadar dirinya dikelilingi oleh ratusan panah yang terbuat dari air di udara. Seketika panah-panah itu menyerang dirinya hingga membuatnya luka parah. Dia pun akhirnya terjatuh kelantai arena. Sementara itu setelah debu arena mulai menghilang terlihat Ingdran yang selamat dari serangan Rangga tadi. Karena terlihat lukanya cukup parah dan Rangga tidak sanggup berdiri akhirnya dinyatakan pemenangnya adalah Ingdran. Sementara itu Aniel terlihat bersemangat karena telah melihat kekuatan sang pilar barat.

Rangga yang luka parah di bawa keluar arena oleh petugas pengobatan. Aniel, Ivi, dan Jeno pun menghampiri nya untuk memastikan kondisi Rangga. Namun tiba-tiba ditengah jalan muncul Ingdran. Merekapun cukup terkejut dan penasaran, sebenarnya apa yang dia inginkan. Kemudian Ingdran berkata “Maafkan aku, bukan maksud melukaimu tapi namanya juga pertarungan.” Rangga pun sudah tahu dan memaafkannya. Lalu dengan gerakan khusus dan aneh tiba-tiba darah yang keluar dari tubuh Rangga seperti meresap dalam tubuhnya. Dan luka-lukanya pun mulai tertutup kembali.

Mereka semua termasuk Aniel dibuat heran melihatnya. Rangga langsung sembuh mendadak. Lalu Ingdran menjelaskan bahwa dia adalah seorang wakil tim penyembuh dari E.E.M. jadi pantas jurus spesialis dia adalah penyembuhan.

Tanpa terasa 15 menit waktu istirahat sudah berlalu. Kini pertandingan pun dilanjutkan yaitu Grobs Jack melawan Jeno Edwin. Mereka pun mengeluarkan castrixnya masing-masing. Milik Grobs adalah castrix “Hoshow Canare” (Pemecah Bumi), sedangkan milik Jeno “Thevta Gistra” (Taring Cakar). Dalam hati Jeno tidak ingin kalah seperti Rangga, karena sekarang dia juga melawan sang pilar selatan.

Jeno pun secara langsung menyerangnya dengan cakar du kedua tangannya. Namun terlihat Grobs malah terang-terangan sambil makan snack. Tapi Jeno tidak terpancing dan tetap menyerang. Serangan memang langsung mengenai Grobs tapi terlihat tidak berpengaruh sedikitpun. Lalu Grobs pun membalas serangannya dengan palu (wujud material castrixnya). Melihat itu Jeno langsung menghindar dengan zend, lalu mengambil jarak yang cukup jauh.  Namun dilihat diarena, tiba-tiba saja Grobs menghilang dan Jeno berfikir apakah Grobs menggunakan zend dengan cepat. Namun jika menggunakan zend hawa energinya pasti terasa, tapi kali ini tidak.

Untuk beberapa saat melacak hawanya, namun ternyata tidak ditemukan. Tapi tiba-tiba saja Jeno tertarik kedalam lantai arena dan menghilang. Bisa disimpilkan bahwa Grobs tidak menggunakan zend, melainkan ber sembunyi didalam tanah. Dalam beberapa menit tidak ada respon sedikitpun dari mereka berdua. Namun stelah beberapa lama terasa sedikit gempa, lalu tiba-tiba di arena muncul bekas cakaran raksasa yang merusak lantai arena. Disusul Grobs yang keluar dari dalam tanah. Tak lama Jeno pun muncul dengan luka yang cukup parah. Terlihat mereka berdua akan melakukan serangan terakhir.

Secara serentak mereka melakukan serangan. Dalam serangan itu Jeno terkena palu dari Grobs dan terlempar jauh keluar arena. Namun ternyata serangan Jeno sempat mengenai Grobs, dan itu bukan serangan biasa. Terlihat tapak cakar diperut Grobs lalu serangan itu menimbulkan efek kerusakan dalam tubuhnya. Sehingga membuat Grobs jatuh pingsan. Sedangkan Jeno terlempar keluar arena. Jadi pertandingan  akhir tahap satu itu dianggap seri.

Sudah ditetapkan pada tahap kedua nanti 7 peserta akan bertarung di perempat final. Sementara itu sorak-sorak penonton pun makin meriah dan ditempat peserta pertandingan, Aniel tidak sabar lagi ingin segera menghadapi lawan berikutnya. Dengan diiringi angin yang berhembus dan cahaya matahari yang bersinar, pertandingan Alverst pun terus berlanjut.

INGATAN 9: TERLEPASNYA TOPENG, BABAK PENENTUAN

Hari penentuan pertandingan puncak sudah dimulai. 2 jam sebelum pertandingan kursi penonton sudah penuh. Sebenarnya tanpa mereka sadari, di sekitar arena sudah dipasangi medan elektrik membuat penonton tidak bisa merekam atau memfoto pertandingan. Itu ditujukan agar keberadaan exorear tetap rahasia. Selain itu disana dipasangi juga pelindung agar pada saat nanti pertandingan dimulai tak ada penonton yang terluka akibat pertandingan dasyat nanti.

Semua peserta ditempatkan diruang khusus peserta sambil menunggu giliran bertandingnya tiba. Disana Aniel tetap menggunakan penutup kepalanya dan menyamar sebagai Fire Mask.

Pertandingan pertama pun dimulai, yaitu pertandingan antara Coti Kid dan Sani M.M.X1. Peserta yang tak bertanding melihat pertandingan dikursi khusus peserta.

Aniel yang melihat pertandingan sebagai Fire Mask merasa terkesan dengan pertandingan mereka. Namun ada sedikit yang aneh, selagi bertarung hanya Coti yang terlihat mengeluarkan castrix, sedangkan Sani tidak. Beberapa menit kemudian terjadilah kejadian tak terduga. Yaitu terpotongnya lengan Sani oleh Sabit Coti. Aniel terkejut, begitu juga semua penonton yang melihatnya.

Namun anehnya tidak keluar darah sedikitun. Lalu dengan cepat Sani mengambil kembali lengannya yang putus dan menyambungnya kembali. Begitu melihatnya Aniel tahu bahwa Sani bukan manusia. Dengan serangan mendadak, Coti terlempar keluar arena dan kalah. Jadi telah ditentukan bahwa Sani yang menang. Lalu pertandingan pun dilanjutkan, yaitu pertandingan antara Fire Mask dan Rhu Escalften.

Sebelum pertandingan ada jeda waktu 15 menit tiap kali berganti pertandingan. Dalam waktu itu ketika Fire Mask atau Aniel sedang mengambil air minum, tiba-tiba Tetua Ereda muncul menghampirinya. Tetua sudah tahu Fire Mask adalah Aniel dari tingkah laku cucunya yang jadi aneh belakangan ini.

Tetua menceritakan bahwa 25 tahun yang lalu pernah ada pertandingan yang sama seperti ini. Yang membuat terkejut adalah Tetua menceritakan pemenang dari pertandingan itu adalah seorang pemuda bernama Hiero Alianka. Tetua berkata, “Buktikanlah bahwa kau adalah pewaris asli dan jika kau juga sama maka akan kuberitahu rahasia ingatanmu yang hilang.”

Setelah itu Tetua tiba-tiba saja menghilang. Namun Aniel mengetahui bahwa nama orang yang tadi disebut mungkin adalah ayahnya. Dan Aniel faham bahwa jika ingin ingatannya kembali dia harus pemenang pertandingan ini. Itu membuat Aniel merasa bersemangat dan menjadi antusias dalam pertandingan. Dia menetapkan hati untuk menjadi juara seperti ayahnya, Hiero Alianka.

Tak lama kemudian pertandingan antara Fire Mask dan Rhu Escalften dimulai. Namun sesuatu yang menarik muncul pada saat sebelum pertandingan dimulai. Yaitu dengan sengaja Aniel melepaskan penutup kepalanya, sehingga membuat para penonton maupun peserta lain terkejut. Terkuaklah bahwa identitas Fire Mask yang sebenarnya adalah Aniel, seorang siswa kelas 2 SMA berumur 16 tahun. Mulai saat itu Aniel berniat memenangkan pertandingan tanpa menggunakan nama lain. Melainkan namanya sendiri sama seperti ayahnya, dalam pikirannya.

Pertandinganpun dimulai. Aniel mengeluarkan castrixnya dengan menyebutkan Ephromen Newtyone. Lalu menggunakan zend dengan cepat kearah Rhu. Namun ketika bergerak menyerang Aniel melihat bola hitam dilantai arena. Lalu tak lama setelah itu Aniel terjatuh kebawah lantai sebelum mencapai Rhu. Tapi bekas jatuhnya seperti sudah jatuh dari ketinggian puluhan meter jika dilihat dari kerusakan lantai.

Aniel bertanya-tanya apa yang sudah terjadi. Lalu Rhu berkata bahwa dia adalah pengguna elemen kegelapan. Tak lama setelah itu Rhu mengeluarkan castrixnya yang berbentuk seperti tanda tambah pada matematika, tapi besar dan berwarna hitam. Dia berkata nama dari castrixnya adalah “Retracia Ovcrians” (Kutub penyatu)

Dalam beberapa menit Aniel terus bertarung dengan Rhu. Tapi semua serangan yang dilakukannya terhenti sebelum mengenai Rhu, seperti sebelumnya. Lalu Aniel pun mencoba serangan baru dari hasil latihan yang bernama Phromeon. Yaitu serangan dari pedang castrix yang melepaskan sabetan api dengan membakar energi dan dilepaskan melalui media yang bisa dilewati api.

Namun Rhu langsung menghadapkan castrixnya pada serangan tadi. Lalu tiba-tiba didepan tubuh Aniel muncul bola hitam seperti sebelumnya dan yang mengejutakan serangan phromeon yang dilepaskan pada Rhu langsung berbalik pada Aniel sendiri dan mengenainya.

Semua penonton terkejut dan menganggap Aniel akan kalah. Namun tiba-tiba dibalik kobaran api sosok Aniel bangkit, lalu langsung menghapus kobaran api itu. “Akhirnya tubuhku jadi ringan kembali. Aku sempat lupa bagaimana mengendalikan kekuatan ini.” (Aniel)

Terlihat mata Aniel menjadi merah seperti pada saat pertarungan melawan Sarikas sebelumnya. Rhu sedikit terkejut dengan apa yang terjadi. “Fuh….. jadi begitu, baiklah kalau seranganmu bisa mengenai tubuhku walau sedikit, ku anggap kau menang.” (Rhu) “Menarik, ayo kita coba!” (Aniel)

Lalu Aniel mengeluarkan jurus phromeonnya lagi kearah Rhu. Rhu pun mengatakan serangan itu tak mempan padanya dan akan kembali berbalik pada Aniel sendiri. Tapi berbeda dengan sebelumnya walaupun sempat ada bola hitam didepan Aniel tapi serangannya tak berbalik. Melihat itu Rhu menghindari serangan Aniel dengan zend kearah kiri. Tapi terlihat jubah Rhu sedikit terpotong dengan serangan tadi.

Ketika Aniel siap melakukan serangan berikutnya, tiba-tiba Rhu keluar dari arena. Dia mengatakan bahwa Aniel yang menang dan dia mengaku kalah.(semua bengong)…… jadi telah ditetapkan bahwa Aniel pemenangnya. Walaupun itu membuat penonton kecewa. Sebelum meninggalkan pertandingan Rhu berpesan pada Aniel bahwa, “Cepatlah ingat kembali kenanganmu dan dipertarungan selanjutnya aku akan bertarung dengan kekuatan penuh.”

Aniel pun menjawab baiklah, dan pertandingan selanjutnya segera dimulai. Yaitu pertandingan antara Ivish P.T.E.D. dan Barow Helt. Yang adakan segera dimuali setelah 15 menit sambil menunggu perbaikan arena yang rusak akibat pertandingan sebelumnya. Selama itu Aniel menggunakan waktuya untuk berbincang-bincang dengan teman peserta lainnya. Termasuk dia juga memberikan dukungan pad Ivi yang akan bertarung selanjutnya.

Selama di ruang khusus peserta banyak yang tertarik pada dengan Aniel. Seseorang dibalik Fire Mask yang dikenal banyak orang. Mereka menganggap rumor itu benar. Yaitu rumor bahwa seorang pewaris pejuang rahdax Aliovsyth (pilar pusat) menjadi 16 besar peserta. Tak lama setelah itu pertandingan ke-3 dimulai. Yaitu pertandingan Ivish P.T.E.D. dan Barow Helt. “Kau memang sangat cantik, tapi aku tak akan segan-segan padamu.” (Barow) “Huh… aku tak butuh belaskasihan darimu.” (Ivi)

Terlihat Barow langsung mengeluarkan castrixnya dan dengan cepat menerang kearah Ivi. Ivi pun mengeluarkan castrixnya yang bernama “Mycry Stalian” (Kristal Es) lalu tiba-tiba gerakan Barow berhenti. Tak lama setelah itu tubuhnya membeku dan diselubungi oleh es. Dan dari situ ditetapkan Ivi menjadi pemenang. Karena dalam hitungan 10 Barow tidak bergeraka sama sekali.

Lalu petandingan dilanjutkan setelah 15 menit. Pertandingan ke-4 anatara Daiguin Taro dan Aileen T.C.E.D. Dari situ diumumkan pada penonton bahwa Ivish dan Aileen adalah saudari kembar dan merupakan cucu dari sponsor pertandingan Tetua Dispilavero. Mendengar itu para penonton bersorak-sorak. Tak lama pertandingan dimulai, baru beberapa detik saja Daiguin terlempar dengan cepat keluar arena dan langsung pingsan. Walaupun penonton tidak tahu apa yang terjadi tapi dari situ ditetapkan Aileen sebagai pemenangnya.

“Ternyata si Aileen itu lebih menakutkan dari pada Ivish tadi, tapi keduanya…. sama-sama cantik.” (para penonton kompak) Di ruang khusus pada saat istirahat Aileen mengatakan pada Ivi, bahwa dia yang menang. Ternyata Aniel menyadari bahwa sebelum pertandingan mereka berlomba siapa yang paling cepat menglahkan lawan.

Aniel hanya mengucapkan pada mereka berdua selamat karena sudah menang. Di pertandingan selanjutnya kaki liar akan bermain, jadi Aniel pun memberikan dukungan padanya. Walaupun orang yang bersangkutan tidak terlalu memperdulikannya.

Pertandingan ke-5 antara The Wild Feet dan Wina Windsteam segera dimulai. Wina adalah salah satu pejuang rahdax pilar utara. Tentu dalam hal ini kaki liar akan kesulitan. Tapi jika dilihat dari wajahnya kaki liar tampak percaya diri walaupun dengan tangan yang sengaja di ikat seperti biasanya.

Menurut informasi dari Jeno dan Rangga, kaki liar adalah pengguna elemen tekanan (gabungan api dan angin). Sedangkan Wina sendiri adalah pengguna angin sejati tipe “Atmokinesis”. Akan sulit elemen turunan melawan elemen dasar pembentuknya.

Pertandingan pun dimulai, baik kaki liar maupun Wina langsung mengeluarkan castrixnya. Milik kaki liar bernama ”Suetem Alcis” (Dawai Letupan) yang merubah kakinya. Pada awalnya dia bertelanjang kaki namun setelah mengeluarkan castrix kakinya ditutupi oleh sepatu yang terlihat menakutkan. Sedangkan Wina bernama “Saova Twiasphenes” (Kipas Kembar). Seperti namanya, wujud castrixnya adalah 2 buah kipas yang dihubungkan simpul tali. Serangan dimulai oleh Wina dengan mengibaskan kipasnya dan memunculkan angin yang kuat. Terlihat kaki liar terkena serangannya dan diterbangkan keluar arena.

Namun anehnya kaki liar seperti sengaja menerima serangan itu. Dan ternyata rencananya adalah membuat sesuatu diluar dugaan. Dengan sengaja menerima serangan sepatunya seperti menyedot angin itu, lalu dengan zend yang cepat dia tiba-tiba ada dibelakang Wina. Tapi Wina tidak terkejut sedikitpun, mungkin karena sudah tahu. Lalu kaki liar menyerangnya dengan kaki kiri. Dengan cepat Wina menangkis dengan kedua kipasnya. Wina berfikir kaki liar tidak bisa menyerang lagi karena hanya tinggal satu kaki yang tersisa untuk menumpu sebab kedua tangannya terikat.

Yang mengejutkan kaki liar tiba-tiba menggunakan kepala sebagai tumpuan dan kaki kanan untuk menyerang. Tapi bukan tubuh Wina yang menjadi incarannya, melainkan permukaan tanah yang dipijaknya.

Seketika tak lama setelah itu, muncul angin besar disekitar Wina yang menuju keatas. Sehingga membuat rok yang dia gunakan terangkat keatas. Tentunya Wina merasa malu dan segera menutupnya dengan kedua tangannya.

Tapi itu adalah kesalahan besar, sekaligus jebakan jitu yang kaki liar buat. Kekuatan kaki liar adalah tekanan, jadi serangan angin yang diterima dia pada saat serangan pertama sengaja diserap sepatu castrixnya. Lalu setelah kondisi khusus dia melepaskan kembali kekuatan itu pada Wina dan membuatnya terpental jauh keluar arena. Wina tak bisa menahan serangan itu karena kedua tangannya digunakan untuk menahan rok yang terangkat. Jadi dengan itu dipastikan kaki liar atau the wild feet yang menjadi pemenangnya. (pertandingan aneh)

Namun setelah dia keluar dari arena dan menuju kursi peserta, tiba-tiba Wina ada di depannya dengan wajah menyeramkan. Lalu hanya dengan memberi senyuman yang di paksakan, kaki liar langsung kabur dengan cepat. Lalu dengan Wina pun menggunakan jurus terlarang yang tidak bisa disebutkan dan membuat kaki liar terbang kelangit dengan wajah yang babak belur. (balas dendam)