Rekayasa Bumi gagasan bagus atau buruk ?


Ada yang menarik perhatian saya ketika membaca majalah National Geographic edisi September 2009. Yaitu sebuah artikel pada halaman 22 yang berjudul Meneduhkan Bumi. Di artikel ini dikatakan ada sebuah cara meneduhkan bumi yaitu dengan cara rekayasa bumi. Namun cara ini masih kontroversial di kalangan para ilmuwan. Sejumlah Ilmuwan mengatakan bahwa kita memerlukan rencana cadangan yaitu semacam tabir surya raksasa yang melapisi bumi yang dapat meyejukkan seluruh lapisan bumi. Sejumlah pihak pro dan kontra akan rekayasa  ini masing-masing memiliki kekhawatiran yang sama. Kekhawatiran akan fakta di lapangan.

Cara ini meliputi penebaran sejumlah cakram yang dapat meredupkan cahaya matahari.  Menurut info dari artikel tersebut tebaran cakram ini dapat meredupkan cahaya matahari sekitar 2%. Seorang astronom terkemuka Roger Angel mengusulkan bahan untuk membuat cakram itu terbuat dari silicon nitrida yang lebih tipis bentuknya dari sebuah kertas tisu. Cakram-cakram ini diluncurkan ke triliunan meter ke ruang angkasa diantara bumi dan matahari. Menurut perhitungannya cara ini memerlukan cara berpuluh-puluh tahun dan juga  memakan biaya yang sangat besar. Di atmosfer sana, cakram-cakram ini dapat memantulkan cahaya matahari. Rencana ini memang tampak sangat menjanjikan akan perubahan yang signifikan terhadap permasalahan pemanasan global.

Namun , pemahaman kita tentang bumi masihlah kecil untuk bisa merekayasa bumi ini tanpa mengakibatkan kemungkinan munculnya  dampak berbahaya dan tak terduga. Rekayasa bumi ini memang merupakan sebuah gagasan yang bagus namun cara ini terlalu angkuh. Akan percuma saja cara ini dilakukan jika kita tidak mengontrol gas-gas emisi penyebab kerusakan iklim global. Cara terbaik melindungi planet ini adalah dengan cara me-repair kerusakan yang telah dilakukan selagi bisa diperbaiki. Dan merubah system pengelolaan energi konvensional ke pengelolaan energi bersih dan terbarukan. Lakukan perbaikan itu dari hal yang kecil dan berkelanjutan. Apalagi cara pelemparan cakram-cakram  ini memerlukan waktu yang terlampau lama. Kerusakan alam yang kita hadapi sekarang tidak bisa menunggu. Hal ini nyata  dan tampak di mata kita. Untuk  apa bertaruh terhadap hal yang belum pasti dan jelas dampak ekologinya terhadap  bumi. Pemanasan global tidak layak dijadikan sebuah pertaruhan.

Lebih baik melakukan pengontrolan gas-gas emisi dan merubah bentuk pengelolaan energi yang sekarang kita pakai, seperti yang dilakukan sekarang walau progressnya masih sedikit yang melakukan . Namun  tidak ada salahnya usaha tersebut dilakukan. Hal ini lebih baik dari pada merekayasa bumi. Membuat seolah-olah bumi itu kondisnya baik-baik saja namun pada kenyataanya tidak. Menebar harapan palsu terhadap masyarakat. Sudah cukup masyarakat dunia ini dibodohi. Saatnya nyatakan kebenaran terhadap publik. Menyampaikan sebuah kebenaran memang tidaklah mudah namun harus agar kita dapat  memanfaatkan waktu yang seminim mungkin ini menjadi lebih efektif melalui tindakan nyata  penyelamatan bumi yang jelas dampak masa depannya.

Konsekuensi terburuk yang dapat ditimbulkan jika rekayasa bumi ini jika direalisasikan adalah kerusakan lapisan ozon yang lebih parah. Bukannya memperbaiki namun malah membuat ozon ini semakin parah. Tetapi jika peningkatan gas-gas emisi semakin meningkat mungkin kita harus merealisasikan ide yang angkuh ini. Tapi bukan berarti kita harus menunggu ide ini terealisasikan dan tidak melakukan apa-apa.

Advertisements

8 thoughts on “Rekayasa Bumi gagasan bagus atau buruk ?

  1. betul, egosentrisme manusia yang masih begitu kuat.
    manusia terlalu angkuh untuk berfikir bahwa ia tau segalanya tentang bumi yang ia pijak.

  2. Yah, mau bagaimana lagi, jumlah manusia terus bertambah, jadi keperluan konsumsi pun bertambah. Coba bilang keperluan konsumsi mana yang tidak menimbulkan pemanasan global, baik secara langsung maupun tidak langsung 😉

    Dan tentunya kita tahu, negara mana juga yang banyak menghasilkan gas karbon 😀

  3. @ cahya: wah, maap saya baru sempet balas. yep, memang begitu adanya manusia. ya tapi terkadang mereka selalu bertindak seolah tahu dan saagt paham tentang bumi. singkatnya agak angkuh. hehe 😀

    1. makasih atas komennya agung
      maka dari itu yuk mari kitas ama-sama buat perubahan baik untuk bumi kita 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s