SCENE FROM MEMORY : Ruang pucat itu


Ruangan ini pucat dengan bau karbol khas rumah sakit.
Ya,meskipun tempat ini tidak separah rumah sakit. Terbilang nyaman malah,
dekorasi tudor khas era victoria, sofa coklat minimalis yang nyaman.Si perancang
mendesain agar tempat ini sebisa mungkin menenangkan. Walau kuakui usahanya
tidakterlalu berhasil dan disinilah aku sekarang berada. Disebelahku seorang wanita
setengah baya yang kudengar memiliki penyakit kepribadian ganda. Sedikit menakutkan ..
karena kulirik ia terkadang menyeringai dan berbicara pada tangannya dan disebelahnya
terdapat seorang lelaki yang kurasa berusia 20 tahunan .. dan ia mengidap penyakit
yang berhubungan dengan pengelolaan emosi. Kulihat ia memaki-maki tak jelas.

Aku yakin diriku tidak seaneh wanita itu atau mas-mas disebelahnya.
Lantas, mengapa aku bisa berada di ruangan ini? Ini semua gara-gara perdebatanku dengan
ibu, dan kecurigaan dari anggota keluargaku.Mereka bilang semenjak peristiwa koma aku mulai
semakin ‘beda’, suatu malam aku pergi keluar rumah dengan ibuku. Aku tertegun melihat langit
yang begitu merah seperti terbakar. Namun ia tak percaya dan kami saling berargumen tentang
warna langit.

Selain itu ketika kuceritakan tentang Phrometius pada keluargaku. Mereka hanya bilang
“imajinasimu Itu memang mengagumkan” tak ada satupun yang percaya ! Aku bercerita pada
temanku dan lagi-lagi respon yang sama. Apa aku memang seaneh itu sampai-sampai harus
terjebak di ruang pucat ini ?

Terasa konyol, masa aku disamakan dengan orang-orang yang ada disebelahku…
Hanya saja karena mereka tak melihat yang aku lihat, tak dengar apa yang kudengar,
tak merasa apa yang kurasa. Lantas aku dianggap orang macam wanita itu dan mas-mas disebelahnya .

“Nak,ayo masuk temui terapis itu..giliranmu sekarang” ucap ibuku
Asik dengan pikiranku membuatku tak sadar akan waktu .

Aku tidak gila !

Advertisements

6 thoughts on “SCENE FROM MEMORY : Ruang pucat itu

    1. ini gara2 saya yang terlampau ‘normal’ jadi aja.. jadi sebeumnnya saya pernah koma. hal-hal mistik pernah terjadi ketika saya kecil. beranjak smp, hal itu tidak muncul eh.. tau2 ada lagi. keluarga saya pada dasarnya sulit ‘menerima’. hehehe :DD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s