INGATAN 2 : BANGKITNYA SEBUAH KEKUATAN


Dalam pembicaraan tersebut Aniel mendengar banyak hal yang tak terduga. Tapi di sudut lain Jeno dan Rangga diam-diam bersembunyi dan menddengarkan pembicaraan mereka berdua.

Sebenarnya Jeno dan Rangga cukup terkejut karena tak disangka bahwa Anielpun adalah seorang exorear, sama seperti mereka berdua. Karena Jeno dan Rangga pun adalah seorang exorear juga, tapi mereka berdua merahasiakannya dari Aniel.

Tak lama pembicaraan antara Ivi dan Anielpun berakhir, mereka berdua segera turun dari gedung berlantai 8 tersebut. Aniel memilihmenuruni tangga gedung tersebut. Tapi Ivi berkata, “Hey Aniel kau mau pergi kemana?” Anielpun menjawab, “tentu saja turun kebawah dan pulang.”

Ketika mereka berdua berdebat, Jeno dan Rangga segera pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat. Sementara itu Ivi menganjurkan Aniel untuk ikut dengannya kesuatu tempat untuk berlatih mengingat ingatannya. Namun aniel menolaknya dan segera pulang.

Sebelum membiarkan Aniel pulang, Ivi mengingatkan suatu hal. Yaitu bahwa Xi yang Aniel gunakn terlalu lemah dan sangat mudah ditembus. Dengan polosnya Aniel menjawab, “xi itu apa?” (gubrak) Ivi terjatuh, lalu menjawab bahwa sebenarnya xi itu sudah digunakan oleh Aniel setiap saat oleh Aniel. Parahnya dia sendiri tidak menyadarinya. Namun Ivipun menjelaskan bahwa xi adalah luapan energy yang dihimpun disekitar tubuh untuk dijadikan pelindung dan biasanya terlihat mengelilingi tubuh seperti selubung berwarna putih. Ivi hanya mengatakan untuk memperkuat xi sebaiknya control pernafasan dengan lebih teratur. Lalu stelah itu diapun pergi dengan cepat dari tempat Aniel. Sebenarnya dalam hati Ivi berkata, seberapa jauhkah ingatan dari Aniel itu menghilang.

Setelah itu Anielpun pulang kerumahnya. Ditengah perjalanan Anielpun coba mengikuti apa yang dikatakan Ivi, untuk berkonsentrasi mengatur pernafasan. Beberapa saat kemudian dia merasakan sesuatu yang berbeda. Yaitu diantaranya dia melihat orang lain yang terlihat olehnya seperti menjadi gelapnya bayangan, lalu dari kegelapan yang terlihat oleh matanya itu muncul seberkas selendang warna-warna yang mengelilingi tubuh orang itu.

Lalu tiba-tiba Ivi dating dan berkata, “bagaimana itulah yang namanya penglihatan aura. Itu sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari kekuatanmu yang tidak terbayangkan kuatnya. Akudatang lagi kesini untuk menawarkan hal yang sama, yaitu untuk mengajakmu berlatih sekaligus mengembalikan ingatanmu.”

Anielpn\un bertanya, “apakah dengan ikut bersama mu Ivi aku bisa menjadi kuat?” Ivipun menjawab, “tentu saja, bahkan kau akan terkejut betapa kuatnya dirimu itu.” Akhirnya Aniel pun setuju untuk ikut dengan Ivi.

Ivipun merasa senang dan memeluk Aniel lagi. Namun kali ini Aniel merasa tidak nyaman dengan sikapnya itu. Diapun berkata, mengapa Ivi suka sekali memeluknya. Ivipun menjawab karena dia adalah pendamping hidup Aniel. Aniel bosan mendengar kata-kata itu lalu dia meminta Ivi untuk berterus terang padanya.

Namun Ivipun menjawab walaupun Aniel lupa ingatan ternyata sikapnya tidak jauh berubah. Dia menjelaskan bahwa 2 tahun yang lalu ketika dia dan Aniel masih tinggal di Alaska. Mereka telah berjanji bahwa akan hidup bersama. Namun pada suatu ketika seberkas cahya putih dating menerpa Aniel dan dia diterbangkan ke langit sampai tidak terlihat lagi oleh Ivi.

Ivipun menjelaskan bahwa kalung Kristal merah yang dibawa Aniel dan kalung Kristal biru yang dibawa Ivi adalah bukti janji mereka. Dengan kata lain bukti bahwa Aniel dan Ivi adalah dua orang yang sudah bertunangan. Merasa terguncang dangan apa yang Ivi katakana, Anielpun langsung pingsan.

Begitu sadar Aniel tiba-tiba saja sudah berada di sebuah tempat yang dipenuhi es dan salju. Namun anehnya dia tidak merasa kedinginan padahal dia tidak memakai baju yang tebal. Tak lama kemudian Ivipun dating dari dalam es yang membeku.

Ivi berkata bahwa latihan sudah dimulai. Dan dia menjelaskan bahwa ada 5 tahapan kekuatan yang dimiliki seorang exorear manapun. Tahap yang pertama sudah dikuasai oleh Aniel yaitu xi. Teknik yang bisa digunakan setiap saat bahkan pada saat tertidur. Teknik ini berupa dinding putih yang mengikuti bentuk tubuh, berguna sebagai pelindung fisik anti material. Artinya serangan dalam wujud fisik atau getaran bisa ditahannya, seperti mengurangi rasa sakit akibat benturan ataupun menghalangi seorang exorear lain untuk membaca pikiran atau menghipnosis kita. Dalam teorinya kunci dari penguasaan xi adalah pernafasan yang teratur.

Tahap yang kedua adalah sho, tahap yang ketiga adalah shinsho, tahap yang keempat adalah wujud castrix, tahap yang terakhir adalah wujud zeotrix.

Tapi untuk sekarang sebaiknya focus saja mempelajari tahap yang kedua yaitu sho. Baiklah, untuk mengendalikan sho pertama harus bisa mengendalikan cakra. Seperti penglihatan aura yang tadi sudah digunakan. Itu sebenarnya memerlukan energi dari titik cakra ke enam yaitu cakra mata ketiga. Dan semua titik cakra ada 7.

Sekarang cobalah mengaktifkan secara serentak ke tujuh titik cakra yang ada. Anielpun mencoba berkonsentrasi mengaktifkan seluruh titik cakranya. Hebatnya Aniel bisa melakukannya hanya dalam waktu yang singkat.

Seketika itu Aniel merasa tubuhnya sangat ringan namun sangat kuat. Ivi mengatakan pada Aniel untuk memukul gunung es dengan satu tangan tapi dengan kecepatan yang rendah dan pelan-pelan. Walau Aniel merasa aneh dengan perintahnya itu, tapi dia tetap melakukannya tentu dengan mengkonsentrasikan energi sho di telapak tangannya. Akhirnya Aniel memukul gunung e situ dengan pelan. Namun ternyata gunung e situ hancur berkeping-keping, tentu saja Anielpun terkejut.

Ivipun menjelaskan bahwa yang menentukan kuat dan lemahnya sebuah pukulan atau tendangan, bukanlah besarnya tenaga yang diberikan, ataupun seberapa cepatnya itu dilakukan. Yang paling menentukan adalah jumlah getaran yang dihasilkan. Walaupun memang dengan besarnya tenaga dan kecepatan yang tinggi secara tidak langsung akan menghasilkan getaran jika terjadi benturan. Tapi itu hanyalah berupa getaran statis. Sedangkan dengan menghimpun energi sho di suatu titik tubuh seperti tangan maka getaran dinamis akan tercipta tanpa mengeluarkan tenaga fisik sedikitpun atau mempercepat geraka tangan.

Ivi mengatakan teknik itu dinamakan Gizzle. Semakin besar sho yang dipusatkan di tangan maka semakin besar pula getaran yang dihasilkan dan musuh akan terpental jauh ataupun jika benda akan langsung hancur.

Anielpun tak menyangka kekuatannya sebesar itu, lalu Ivipun mengatakan masih ada teknik lain yang bisa digunakan ketika telah menguasai sho. Nama teknik itu adalah Zend. Anielpun bertanya bagaimana cara menggunakannya. Ivipun menjawab mudah saja. Yaitu dengan menghentakan kaki ketanah kurang lebih 10 kali dalam satu detik.

Aniel menyangkalnya, dia bilang mana mungkin bisa itu dilakukan. Ivipun menjelaskan bahwa dengan sho selain bisa mengatur getaran, bagian dalam tubuhpun akan mengalami peningkatan seperti penambahan kekuatan otot dan peningkatan kecepatan.

Akhirnya Anielpun mencobanya, dan ternyata dia bisa melakukannya. Ketika melakukannya kakinya terasa ringan sekali dan seketika dia langsung melompat tinggi sekali ke langit. Dia juga terkejut tiba-tiba berada diatas langit, namun masalahnya dia tidak tahu caranya mendarat. Anielpun teringat masalah kuatnya getaran, jadi dia mengurangi konsentrasi getaran pada kakinya. Hasilnya dia mendarat ketanah lagi tanpa suara sedikitpun. Aniel merasa ketagihan dengan apa yang dia lakukan, jadi dia terus melompat dan akhirnya diapun jatuh kesebuah jurang es yang terjal. Aniel mengira bahwa dia akan mati, tapi ketika dia menutup matanya dia terbangun dari tidurnya.

Aniel menyadari bahwa yang tadi itu semuanya adalah mimpi. Namun dia merasa itu sangat nyata. Ketika dia membuka matanya baik-baik, ternyata dia ada di dalam kamar tempat tidurnya. Namun Aniel merasakan sesuatu yang aneh di dalam kasurnya. Itu terasa lembut dan kenyal. Aniel menyangka itu adalah bantal atau gulingnya. Namun ketika dia membuka selimutnya tenyata Ivi ada di dalamnya.

Anuielpun berteriak sampai akhirnya Ivi terbangun dari tidurnya juga. Anielpun bertanya mengapa Ivi ada di kamar tidurnya dan tidur dengannya. Ivi menjawab karena kemarin ketika Aniel pingsang, dia tidak bisa meninggalkan Aniel sendiri. Jadi dia mengantarkan Aniel pulang ke rumahnya dan menjaganya samapai malam hingga Ivi sendiri ketiduran.

Anielpun mengerti dan berterima kasih padanya. Ivipun tersenyum dan berkata itulah gunanya seorang pendamping. Anielpun bergumam, “lagi-lagi dia berkata seperti itu.” Ketika dia melihat jam ternyata sudah jam 6 pagi. Aniel sadar bahwa dia hamper terlambat untuk datang kesekolah. Dengan segera Anielpun pergi ke kamar mandi. Sementara itu Ivi membuat sarapan untuk Aniel dan dirinya. Setelah Aniel selesai mandi dan memakai seragam, dia segera bersiap untuk berangkat. Terlebih dahulu dia sarapan masakan Ivi.

Ivi merasa senang karena Aniel mau memakan masakannya. Tapi beberapa saat kemudian, Aniel terdiam. Lalu tanpa bisa menahannya lagi dia pun berteriak bahwa masakan Ivi sangat tidak enak dan membuatnya mual.

Setelah itu, Anielpun melihat jam laid an ternyata sudah jam 06.25. kurang dari 5 menit lagi sekolah akan dimulai. Diapun segera keluar diikuti Ivi. Jika difikir lagi dengan waktu 5 menit, walau menaiki mobil balap pun tidak akan sempat. Karena jarak dari tempat Aniel ke sekolah kurang lebih 30 km.

Ketika itu, Anielpun mengingat apa yang di impikan nya tadi pagi. Mulanya dia tidak yakin bisa melakukan hal seperti itu. Lalu ketika Ivi menganjurkan Aniel untuk menggunakan kekuatannya. Aniel menolaknya, lalu dia berkonsentrasi dan melakukan dengan persis apa yang dia lakukan dalam mimpi.

Dari situ Ivipun terkejut, karena Aniel tiba-tiba bisa menggunakan sho dan zend padahal dia masih lupa ingatan. Aniel juga terkejut karena apa yang dia lakukan dalam mimpi bisa terjadi di dunia nyata. Ketika itu Ivipun mengejarnya dengan zend juga dan bertanya pada Aniel, “sejak kapan kau bisa mengingat zend?” Aniel menjawab, “tadi pagi di dalam mimpi.” Ivipun mengerti dan dia menjelaskan pada Aniel bahwa mimpi seorang exoear adalah petunjuk dan bukan ilusi semata. Lalu mereka pun pergi ke sekolah dengan sangat cepat. Jika di ukur dengan kecepatan, maka kecepatan mereka kurang lebih 300 km/jam. Ketika itu Ivi cukup penasaran sehingga dia bertanya, “dalam mimpi, siapa yang mengajari Aniel  melakukan hal ini?” Aniel pun menjawab, “kaulah yang mengajariku Ivi.”

Kumpulan Kosakata Rahdax Anamnesia

Zend, adalah sebuah teknik pergerakan cepat yang bisa dilakukan ketika sudah menguasai sho. Seperti yang sudah dijelaskan cara menggunakannya adalah dengan menghentakan kaki ketanah kurang lebih 10x dalam satu detik. Itu bukanlah kalkulasi mutlak tapi itu hanya standarisasi penggunaannya. Jika pengguna menginginkan zend dengan jarak yang pendek namun cepat, hentakan bisa dimodifikasi dengan mengatur tekanan kaki ketika terjadi gesekan statis dalam pengstabilan jarak terhadap pengeluaran energi dan jumlah hentakan dalam satuan waktu. Sehingga pembatasan jarak ruang pergerakan bisa dikendalikan.

Gizzle, adalah sebuah teknik memanipulasi energi menjadi getaran. Bagi Aniel yang tidak menyadarinya, sebenarnya ketika dia melakukuan teknik ini dia memecah energi di telapak tangannya menjadi beberapa bagian lalu membiarkannya bergesekan satu sama lain sehingga menimbulkan getaran dinamis yang kuat. Makin banyak energi yang dipecah makin besar pula gesekannya. Secara teorinya energi sho yang dipecah menyatu dengan media yang terdekat dengan pengeluaran titik energi dan membuat letupan dalam media yang dikenainya. Medianya bisa berupa udara, air, tanah, atau yang lainnya. Biasanya gizzle bisa lebih kuat jika di tambah elemen pokok pengguna(shinsho) dan media yang sama dengan elemennya.

Advertisements

10 thoughts on “INGATAN 2 : BANGKITNYA SEBUAH KEKUATAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s