INGATAN 3 : TEMAN KEMARIN ADALAH TEMAN HARI INI


Setelah sampai di sekolah, walau dengan waktu yang pas-pasan. Akhirnya Aniel dan Ivipun bisa masuk kesekolah dan belajar seperti biasa. Namun ketika mereka memasuki kelas, seisi kelas terasa aneh. Dan hampir semua teman sekelas melihat Aniel dengan tatapan sinis.

Belpun berbunyi, dan semua murid segera memulai pelajaran. Kali ini pelajarannya adalah olahraga. Semua murid segera mengenakan pakaian olahraga dan pergi kelapangan. Untuk anak laki-laki, olahraga yang dimainkan adalah sepak bola, sedangkan untuk perempuan adalah bola voli. Yang perlu diketahui adalah sepak bola merupakan olahraga yang paling tidak disukai Aniel.

Setelah anak perempuan selesai melakukan tes bola voli, kini giliran anak laki-laki melakukan tes sepak bola. Dan nasib sial sedang menerpa Aniel, dia terpilih menjadi penjaga gawang dalam tes itu. Tes itupun dimulai dengan Aniel sebagi penjaga gawang. Orang yang pertama melakukan tendangan. Dan ternyata bolanya mengenai wajah Aniel dengan telak. Aniel tahu bahwa tindakan itu sengaja dilakukan oleh temannya itu. Tapi Aniel tidak tahu apa yang menyebabkannya. Akhirnya Aniel mengetahui mengapa mereka melakukan hal tersebut.

Ternyata itu dikarenakan mereka iri terhadap Aniel yang sangat dekat dengan Ivi. Anielpun mengerti apa masalahnya, lalu diapun tidak tinggal diam menerima bola dari teman-temannya. Akhirnya dia menggunakan kekuatannya dan berhasil menangkap semua bola dari teman-temannya. Semua teman Anielpun terkejut, karena mereka tidak pernah melihat aniel bisa sehebat itu dalam olahraga.

Kini giliran Aniel yang menendang bola dan temannya yang lain menjadi penjaga gawangnya. Ketika Aniel menendang bolanya tanpa teras dia sedang menggunakan shonya. Sehingga membuat bola yang dia tendang bergerak dengan sangat cepat. Teman yang menjadi penjaga gawang melihat bola yang Aniel tendang seperti menghilang.

Namun tiba-tiba Jeno berada di depan penjaga gawang dan menahan bola yang ditendang Aniel dengan satu tangan. Seketika bola itu hancur karena terlalu kuatnya tendangan dari Aniel dan tangkapan dari Jeno. Anielpun cukup terkejut, karena walaupun Jeno hebat dalam olahraga, tapi tidak mungkin orang biasa menahan tendangan itu.

Karena ledakan dari bola cukup keras sehingga  membuat kaget teman-teman yang lain. Da mereka bertanya-tanya apa yang sudah terjadi. Namun mereka berdua menjawab tidak ada apa-apa hanya saja bola hancur karena mungkin terlalu besar tekanan udaranya. Karena bola sudah hancur, maka olahragapun berakhir dan mereka semua segera beristirahat.

Ketika itu Jeno mengajak Aniel kesuatu tempat yang sepi. Dimana disana Ranggapun sudah menunggu. Anielpun cukup bingung mengapa tiba-tiba saja dia diajak ketempat itu. Dari situ dengan cepat dan tanpa terduga Aniel diserang oleh Rangga dengan pukulan. Namun aniel bisa menghindar. Tapi itu belum selesai, Jenopun ikut menyerang Aniel. Walaupun Aniel masih bisa menghindarinya, tapi dia bertanya-tanya kenapa mereka melakukan hal tersebut kepadanya.

Karena tidak ada pilihan lain, Anielpun terus menghindar dari serangan mereka berdua. Namun makin lama serangan mereka berdua makin cepat saja. Walaupun Aniel tidak menyadari apa yang mereka bertiga lakukan sudah membuat daerah sekitar hancur. Setalah cukup lama, akhirnya Jeno dan Rangga pun berhenti menyerang. Mereka tidak menyangka hanya dalam waktu satu hari Aniel sudah menjadi orang sehebat itu. Selain dari penglihatan, gerakannya pun bisa mengikuti zend mereka. Itu cukup membuat Jeno dan Rangga merasa puas.

Ketika itu Aniel bertanya pada mereka, mengapa berheti menyerang. Mereka pun menjawab, “kami berdua sudah cukup puas dengan kemampuan zendmu. Mungkin kalu kami melakukannya lebih dari itu, daerah ini akan hancur. Namun yang lebih parah mungkin pendampingmu yang bersembunyi disana bisa mengamuk.”

Tiba-tiba saja Ivi pun muncul, dan cukup membuat Aniel terkejut. Lalu dengan cepat Jeno dan Rangga meminta maaf pada Aniel dan Ivi. Tapi seperti yang terlihat Ivi tidak bisa menerima apa yang sudah mereka lakukan pada Aniel.

Aniel sudah berkata pada Ivi untuk memaafkan mereka berdua. Namun Ivi tidak mendengar dan memukul mereka berdua dengan cepat hingga mereka terpental cukup jauh dan membuat pohon-pohon yang terkena pentalan mereka tumabang. Setelah mereka terkena pukulan, Jeno dan Rangga saling berbisik, “memang benar dia sangat cantik, tapi dibalik itu dia sangat menakutkan seperti monster.” Karena pendengaran Ivi tajam, dia mendengar apa yang mereka berdua katakan. Dan sekali lagi dia memukul mereka hingga terbang kelangit.

Akhirnya Jeno dan Rangga pun meminta maaf sekali lagi pada mereka berdua, terutama Aniel. Karena mereka berdua sudah menyembunyikan rahasia pada Aniel bahwa mereka adalah seorang exorear juga. Tujuan mereka melakukan hal tersebut dan menyerang Aniel adalah untuk menguji bahwa Aniellah  orang yang terpilih itu.

Aniel pun memaafkan mereka berdua, karena sebenarnya dia sudah mengetahui bahwa mereka berdua seorang exorear sejak tadi bertarung dan Aniel percaya bahwa mereka berdua melakukan hal tersebut karena memiliki alasan.

Lalu Ivi pun menyuruh mereka bertiga untuk me ninggalkan tempat ini, karena akibat pertarungan mereka tadi, banyak dinding bangunan yang retak dan tiang listrik yang bengkok. Dia berkata sebentar lagi akan ada banyak orang yang datang karena ulah keributan mereka.

Akhirnya Aniel, Jeno, Rangga, dan Ivi pu kembali ke sekolah. Tapi sebelum itu Jeno dan Rangga mengingatkan satu hal pada Aniel dan Ivi. Yaitu untuk bertingkah wajar saja dihadapan teman sekelas lain. Terutama Ivi yang selalu bertingkah berlebihan pada Aniel. Mereka mengatakan akibat ulah Ivi Aniel jadi dijauhi teman sekelas lain.

Namun Ivi malah menyangka bahwa mereka iri terhadap Aniel. Tapi tentu saja mereka berdua langsung menyangkalnya. Lalu Aniel pun berkata dengan tegas pada mereka bertiga, sebaiknya hentikan perdebatan kalian. Yang lebih penting  untuk sekarang kita bisa merahasiakan ini pada teman sekelas. Karena kita tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi jika mereka semua mengetahui tentang kita.

Setelah akhirnya mereka berempat tiba di sekolah lagi, mereka kembali belajar seperti biasa karena waktu istirahat sudah habis. Suasana di kelas sudah sedikit  membaik dibandingkan dengan yang tadi.

Mungkin itu dukarenakan kejadian olahraga tadi yang cukup mengejutkan. Dimana Aniel yang biasa dalam olahraga tiba-tiba saja bisa jadi sehebat itu. Teman sekalas terutama anak laki-lakinya menganggap Aniel orang yang aneh lebih dari yang biasanya.

Tapi kemudian datanglah seorang anak perempuan teman sekelas bernama Harini mendekati Aniel. Dia berkata apakah Aniel baik-baik saja, karena dia tahu bahwa Aniel terkena tendangan berturut-turut di wajahnya. Aniel menjawab dia baik-baik saja, paling hanya luka goresan di pipi. Lalu Harini pun segera menempelkan plester ke pipi Aniel dan berkata, “walaupun hanya luka kecil tapi jika dibiarkan saja nanti akan inveksi.”

Aniel pun mengucapkan terima kasih karena sudah memperhatikannya. Aniel pun sudah tahu bahwa Harini sering sakit-sakitan, kemarin saja dia tidak masuk. Untuk itu Aniel memberitahu pada Harini untuk memperhatikan kesehatannya terlebih dahulu sebelum memperhatikan orang lain. “karena kesehatanmu adalah modal yang utama.”(Aniel)

Perkataan Aniel tersebut cukup membuat wajah Harini memerah. Dan dia pun segera kembali ke tempat duduknya. Namun dibalik itu, Ivi melihat kejadian tadi dan membuatnya cemburu. Ketika dia mendekati Harini untuk membuat perhitungan, Jeno dan Rangga menahannya dan mengingatkan untuk bertingkah wajar saja. Mereka pun memberi tahu Ivi bahwa Harini itu orang yang mudah sakit. Sejak kelas 1 SMA dia kehilangan kedua orangtuanya karena kecelakaan. Dan sejak itulah dia mulai sering sakit.

Jeno dan Rangga pun mengatakan bahwa sejak kelas 1 Harini sudah menyukai Aniel. Jadi mereka meminta tolong pada Ivi untuk mengurungkan niatnya. Tapi itu malah membuat Ivi menjadi lebih panas lagi dan menetapkan dalam hati untuk bersaing dengannya. Lalu Ivi pun bertanya pada mereka berdua bagaimana respon Aniel terhadap Harini selama ini. Dan mereka menjawab tentu saja baik, karena pada dasarnya Aniel selalu baik pada semua teman sekelas.

Jeno dan Rangga berkata pada Ivi untuk tidak khawatir karena walau mereka bertiga berteman baik, tapi mereka tidak pernah memberitahu Aniel tentang Harini yang menyukainya. Lagi pula Aniel itu memang bodoh dalam masalah selain pelajaran, termasuk masalah cinta.

Hal itu cukup melegakan Ivi. Lalu tanpa terasa bel akhir pelajaran berbunyi sekaligus tanda bahwa liburan sudah dimulai. Untuk rencananya selama liburan Aniel berniat untuk berlatih dengan Ivi di suatu tempat.

Sebelum berpisah, terlebih dahulu Ivi mengingatkan bahwa tinggal 9 hari lagi sebelum pertandingan besar penyeleksian peserta Jakuwli Nemos. Sebelumnya Aniel mengajak Jeno dan Rangga untuk berlatih bersama selama seminggu ini. Tapi mereka menolaknya.

Akhirnya ketiga sobat karib itu mengucapkan salam perpisahan dan menunjukan tanda persahabatan dari mereka. Jeno dan Rangga pun akhirnya pergi, namun aniel merasa sayang mereka tidak mau ikut latihan bersama. Ivi pun menambahkan bahwa mereka itu kekuatannya sebanding dengannya. Kekuatan yang mereka tunjukan pada Aniel waktu itu bukanlah apa-apa dan hanya sebagian kecil dari kekuatan mereka yang sesungguhnya. Ivi pun memberitahu kepada Aniel bahwa mereka berdua adalah anggoa dari E.E.M. (Elite Exorear Military). Dan juga Ivi pun menjelaskan bahwa mereka berdua akan menjadi musuh nantinya.

Untuk itu Ivi meminta Aniel dalam seminggu ini dia setidaknya harus mencapai tingkat 4 exorear untuk menang dan terpilih menjadi peserta seleksi. Tapi sebelumnya Aniel bertanya untuk apa dia mengikuti pertandingan itu. Ivi menjawab, “Apakah kamu tidak ingin mengetahui ingatan mu yang sebenarnya.” Karena jika terpilih jadi juara maka akan diberi hadiah berupa harapan.

Akhirnya Aniel pun mengerti dan dia menjadi semangat untuk berlatih. Tapi sebelum itu tiba-tiba Ivi mencabut plester yang ada di pipi Aniel. Mungkin dia tidak suka melihat barang pemberian Harini yang ada pada Aniel. Namun yang membuat dia terkejut luka goresannya menghilang. Tapi Ivi masih berfikir itu karena regenerasi Aniel yang cepat.

Aniel sedikit merasa aneh dengan apa yang dilakukan Ivi. Namun dia tidak terlalu memperdulikannya dan langsung pergi ketempat latihan bersama Ivi, untuk latihan selama seminggu.

Mereka  pergi ke suatu tempat yang bernama dataran Bethwee. Entah dimana letak pasti daerah itu. Hanya saja disana seperti di dalam sebuah game permainan. Daerah yang tidak masuk akal, dimana padang gurun, rawa, daerah bersalju, gunung, dan jurang terjal bergabung menjadi satu daerah yang abnormal. Disanalah selama satu minggu, Aniel dan Ivi tinggal untuk berlatih. Dan bersiap untuk menghadapi penyeleksian Jakuwli Nemos.

Advertisements
Categories: Uncategorized

2 thoughts on “INGATAN 3 : TEMAN KEMARIN ADALAH TEMAN HARI INI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s