INGATAN 4 : HASIL LATIHAN, PEMBUKAAN ALVERST YANG PENUH KEJUTAN


Satu minggu tanpa terasa sudah berlalu, hanya tinggal 2 hari lagi sebelum pembukaan pertandingan seleksi peserta Jakuwli Nemos. Penyelenggara pertandingan tersebut menamainya dengan sebutan pertandingan Alverst. Namun itu hanya menjadi kedok semata di balik tujuan sebenarnya dari pertandingan Alverst tersebut.

Bersamaan dengan itu, semua media massa di dunia mengumumkan informasi pertandingan akbar tersebut. Karena bagi mereka, ini pertama kalinya diadakan pertandingan bela diri terbesar yang di ikuti oleh seluruh penduduk dunia. Kurang lebih peserta yang sudah terdaftar dalam pertandingan ini sebesar 100.000 orang. Dan rata-rata dari mereka adalah para ahli beladiri yang namanya dikenal, serta tentu kemampuannya tidak diragukan lagi.

Ketika itu di SMA Basira, di pagi hari semua murid segera masuk ke sekolah setelah liburan selama seminggu. Lalu ketika itu Harini sedang berjalan menuju sekolah. Namun tanpa disangka di perjalanan Harini diterjang oleh truk yang kelihatannya tidak terkendali. Ketika hampir terjadi kecelakaan, tiba-tiba muncul sesosok orang berjubah merah dengan memakai penutup kepala menolong Harini dan membawanya ketempat yang aman dengan cepat.

Harini cukup terkejut dengan apa yang terjadi. Kemudian orang berjubah merah itu berkata, “Sebaiknya lebih berhati-hati karena bahaya ada dimana-mana.” Ketika itu Harini cukup mengenal suara orang yang berjubah merah itu. Dia menyangka dari suara, orang itu adalah Aniel. Namun ketika dia ingin menanyakannya, orang itu sudah menghilang.

Bel masuk pun berbunyi dan semua murid memasuki kelasnya masing-masing. Ketika itu tidak ada guru yang masuk, karena semuanya sedang rapat. Di kelas seperti biasanya semua murid ribut membicarakan cerita selama liburan.

Namun pada waktu itu ada sedikit yang aneh, karena Jeno, Rangga, dan Ivi tidak masuk sekolah. Aniel hanya duduk sendiri di bangkunya. Yang biasanya mereka bertiga duduk didekatnya.

Karena cukup penasaran dengan peristiwa tadi pagi, Harini memberanikan diri untuk mendekati Aniel. Mulanya dia berbasa basi tentang liburan. Tapi akhirnya dia bertanya pada Aniel. “Aniel, tadi pagi Aku hampir tertabrak truk besar, kau tahu? Untung saja ada seseorang yang misterius menolongku.” Untuk beberapa saat Aniel terdiam mendengarnya. Lalu Aniel pun menjawab, “Oh, jadi bagaimana sekarang, apa kamu baik-baik saja?”

Harini merasa curiga dengan respon Aniel yang tidak seperti biasanya. Dari situ Harini langsung berkata bahwa orang yang tadi pagi menyelamatkannya adalah Aniel sendiri.

Setelah beberapa lama Aniel mengakui pada Harini, bahwa dialah orang yang berjubah merah itu. Aniel meminta maaf pada Harini karena sudah merahasiakannya. Dan meminta dia untuk tidak memberitahu siapapun.

Harini pun mengerti mengapa Aniel merahasiakan semua itu. Dan dia pun berterima kasih pada Aniel karena sudah menyelamatkannya. Untuk itu Harini berjanji pada Aniel tidak akan memberitahu hal tersebut pada siapapun. Aniel pun merasa lega dan berterima kasih pada Harini karena sudah mau merahasiakannya sambil dia memegangkedua tangan Harini. Seketika itu pula wajah Harini memerah dan dia langsung memalingkan mukanya pada Aniel. Aniel pun menyangka Harini sedang terkena demam. Harini pun berkata bahwa dia sedang demam, untuk menutupi rasa malunya.

Hingga sepulang sekolah Aniel menceritakan semuanya kepada Harini. Termasuk masalah Jeno, Rangga, dan Ivi yang merupakan seorang exorear. Dia pun bercerita selama liburan, dia terus berlatih keras bersama Ivi. Dan juga dalam waktu dekat ini dia akan mengikuti pertandingan tepatnya 2 hari lagi.

Aniel pun berkata untuk 2 hari dan seterusnya dia tidak akan masuk sekolah karena mengikuti pertandingan. Untuk itu dia meminta pada Harini agar mengatakan pada  teman sekelas dan guru bahwa dia menerima panggilan dari pamannya di negara lain, sebagai ganti kebohongan.

Namun jawaban Harini cukup membuat Aniel terkejut. Dia menolak permintaan dari Aniel. Sebagai gantinya, dia meminta agar diperbolehkan ikut bersamanya. Dengan alasan, jika Aniel terluka dalam pertandingan, dia yang akan merawatnya.

Aniel pun tidak memiliki pilihan selain mengajaknya. Karena melihat keteguhan hati Harini. Lalu Aniel pun berkata padanya bahwa disana mungkin akan berbahaya, jadi Aniel meminta untuk berhati-hati. Dia pun berkata untuk tidak usah cemas dengan hal itu. Karena apapun yang terjadi Aniel berjanji akan melindungi Harini. Karena itu Aniel meminta Harini untuk bersiap-siap selama 2 hari kedepan, untuk perjalanan jauh ke teluk Gillbrenol di Alaska.

Setelah mereka berdua bersiap-siap untuk berangkat ke Alaska. Harini cukup bingung mengapa Aniel memakai jubah merah dan penutup kepala itu lagi. Lalu Aniel pun menjelaskan bahwa jubah ini ukan jubah biasa. Jubah yang bisa menghilangkan daya gesek di udara. Karena mereka pergi kesana dengan terbang ke udara.

Harini terkejut dan tidak percaya. Namun tanpa basa-basi lagi Aniel menggendong Harini dan mengatakan pegang yang erat. Seketika itu Aniel memutar kakinya dan memunculkan lingkaran api. Lalu dengan satu tolakan mereka berdua terbang tinggi kelangit.

Mulanya Harini takut saat di udara. Namun lama kelamaan dia terbiasa dengan kecepatan tinggi. Lalu Aniel pun menjelaskan bahwa dia sedang ada pada tahap shinsho. Dan yang sedang dia lakukan adalah mengguna kan zend elemen api. Secara teori apa yang Aniel lakukan bukanlah terbang, tapi semata memijakkan lalu menolak kaki secara terus menerus ke langit. Teknik zend di udara yaitu remyzend.

Di perjalanan Aniel menceritakan bahwa pada hari kelima pada saat latihan dengan Ivi, dia kabur. Dan baru hanya menguasai sampai tahap ke-3 yaitu shinsho. Alasannya kabur adalah tidak bisa tahan memakan masakan Ivi yang sangat tidak enak. Karena itulah Aniel mengikuti pertandingan dengan menggunakan jubah dan penutup kepala sebagai penyamaran.

Setelah 10 jam lamanya, akhirnya mereka berdua sampai di Alaska. Karena sudah senja merekapun membuat tenda untuk beristirahat. Namun karena terlalu kelelahan ketika sedang makan malam Aniel pun tertidur dan langsung jatuh kepangkuan Harini. Sehingga membuat dia terkejut dan jantungnya berdetak kencang. Untuk menghilangkan rasa deg-degannya. Harini pun bernyanyi.

Di bawah langit tergelap yang sedingin musim salju, kau tertidur dengan lelap di pangkuanku. Sebuah lagu kunyanyikan agar kau bermimpi indah. Setelah lama kau menahan rasa sakit. Ku melihatmu bermimpi indah. Kau tertawa bagai anak kecil. Yang kurindukan sejak dahulu akan janji kita di masa depan. Suatu hari di tempat yang damai, di dunia tanpa kesedihan. Sebuah tujuan, dan cita-cita. Semua manusia percaya……. harapan.”(Harini) Sampai akhirnya Harini sendiri tertidur pada malam yang dingin di Alaska.

Ke esokan harinya mereka berdua bersiap-siap berangkat ke teluk Gillbrenol untuk mengikuti  upacara pembukaan pertandingan Alverst. Namun tanpa disangka disana penuh dengan orang-orang yang datang dari berbagai negara.

Semua peserta berkumpul sesuai dengan tempat yang telah ditentukan. Sementara itu Harini diminta duduk di kursi penonton selagi Aniel mengikuti upacara pembukaan pertandingan Alverst.

Pertandingan Alverst pun dibuka oleh sponsor pertandingan yaitu Tetua Ereda Dispilavero. Ketika mendengar nama itu, Aniel merasa tidak asing. Lalu yang membuat terkejut adalah 2 orang yang berada disamping tetua itu.

Ketika dia menggonakan penglihatan khususnya. Ternyata 2 orang itu adalah Ivi. Lho? Itu membuat Aniel bingung. Dia berfikir apakah Ivi mempunyai saudari kembar. Tapi dia tidak mungkin menanyakannya di tengah kerumunan peserta. Untuk itu dia tetap bersembunyi dan tetap menggunakan penutup kepala itu.

Setelah lama pidato dari tetua selesai, lalu akhirnya pertandingan Alverst pun resmi dimulai. Peraturan pertandingan Alverst dibacakan olah wasit pusat pertandingan yaitu;

 

Kumpulan Kosakata Rahdax Anamnesia

Remyzend, adalah teknik lanjutan dari zend. Telah di jelaskan bahwa remyzend adalah teknik zend di udara. Tapi yang sebenarnya teknik ini bukan teknik untuk terbang karena tidak bisa digunakan terus menerus. Secara teori teknik ini dilakukan dengan memusatkan energi pelepasan di pusar kaki, sehingga membuat media yang partikel atomnya renggang bisa jadi memadat seperti udara. Sehingga kita serasa menginjak udara seperti menginjak tanah, begitulah! Namun jika sering di gunakan akan menguras tenaga karena kita harus selalu mengendalikan energi di sekitar kaki. Namun dengan remyzend kelemahan zend jadi tertutupi yaitu fase kaku pergerakan dinamis yang tak bisa mengubah arah, jadi bisa di ubah karena tidak tertumpu lagi pada tanah.

Advertisements
Categories: Uncategorized

2 thoughts on “INGATAN 4 : HASIL LATIHAN, PEMBUKAAN ALVERST YANG PENUH KEJUTAN

    1. kekeke~~~ pasti 😀
      tiap minggu di update kok , semoga ada yang “ngeh” ama ceritanya.. hahaha.. thanks udah mampir Selvet!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s