INGATAN 9: TERLEPASNYA TOPENG, BABAK PENENTUAN


Hari penentuan pertandingan puncak sudah dimulai. 2 jam sebelum pertandingan kursi penonton sudah penuh. Sebenarnya tanpa mereka sadari, di sekitar arena sudah dipasangi medan elektrik membuat penonton tidak bisa merekam atau memfoto pertandingan. Itu ditujukan agar keberadaan exorear tetap rahasia. Selain itu disana dipasangi juga pelindung agar pada saat nanti pertandingan dimulai tak ada penonton yang terluka akibat pertandingan dasyat nanti.

Semua peserta ditempatkan diruang khusus peserta sambil menunggu giliran bertandingnya tiba. Disana Aniel tetap menggunakan penutup kepalanya dan menyamar sebagai Fire Mask.

Pertandingan pertama pun dimulai, yaitu pertandingan antara Coti Kid dan Sani M.M.X1. Peserta yang tak bertanding melihat pertandingan dikursi khusus peserta.

Aniel yang melihat pertandingan sebagai Fire Mask merasa terkesan dengan pertandingan mereka. Namun ada sedikit yang aneh, selagi bertarung hanya Coti yang terlihat mengeluarkan castrix, sedangkan Sani tidak. Beberapa menit kemudian terjadilah kejadian tak terduga. Yaitu terpotongnya lengan Sani oleh Sabit Coti. Aniel terkejut, begitu juga semua penonton yang melihatnya.

Namun anehnya tidak keluar darah sedikitun. Lalu dengan cepat Sani mengambil kembali lengannya yang putus dan menyambungnya kembali. Begitu melihatnya Aniel tahu bahwa Sani bukan manusia. Dengan serangan mendadak, Coti terlempar keluar arena dan kalah. Jadi telah ditentukan bahwa Sani yang menang. Lalu pertandingan pun dilanjutkan, yaitu pertandingan antara Fire Mask dan Rhu Escalften.

Sebelum pertandingan ada jeda waktu 15 menit tiap kali berganti pertandingan. Dalam waktu itu ketika Fire Mask atau Aniel sedang mengambil air minum, tiba-tiba Tetua Ereda muncul menghampirinya. Tetua sudah tahu Fire Mask adalah Aniel dari tingkah laku cucunya yang jadi aneh belakangan ini.

Tetua menceritakan bahwa 25 tahun yang lalu pernah ada pertandingan yang sama seperti ini. Yang membuat terkejut adalah Tetua menceritakan pemenang dari pertandingan itu adalah seorang pemuda bernama Hiero Alianka. Tetua berkata, “Buktikanlah bahwa kau adalah pewaris asli dan jika kau juga sama maka akan kuberitahu rahasia ingatanmu yang hilang.”

Setelah itu Tetua tiba-tiba saja menghilang. Namun Aniel mengetahui bahwa nama orang yang tadi disebut mungkin adalah ayahnya. Dan Aniel faham bahwa jika ingin ingatannya kembali dia harus pemenang pertandingan ini. Itu membuat Aniel merasa bersemangat dan menjadi antusias dalam pertandingan. Dia menetapkan hati untuk menjadi juara seperti ayahnya, Hiero Alianka.

Tak lama kemudian pertandingan antara Fire Mask dan Rhu Escalften dimulai. Namun sesuatu yang menarik muncul pada saat sebelum pertandingan dimulai. Yaitu dengan sengaja Aniel melepaskan penutup kepalanya, sehingga membuat para penonton maupun peserta lain terkejut. Terkuaklah bahwa identitas Fire Mask yang sebenarnya adalah Aniel, seorang siswa kelas 2 SMA berumur 16 tahun. Mulai saat itu Aniel berniat memenangkan pertandingan tanpa menggunakan nama lain. Melainkan namanya sendiri sama seperti ayahnya, dalam pikirannya.

Pertandinganpun dimulai. Aniel mengeluarkan castrixnya dengan menyebutkan Ephromen Newtyone. Lalu menggunakan zend dengan cepat kearah Rhu. Namun ketika bergerak menyerang Aniel melihat bola hitam dilantai arena. Lalu tak lama setelah itu Aniel terjatuh kebawah lantai sebelum mencapai Rhu. Tapi bekas jatuhnya seperti sudah jatuh dari ketinggian puluhan meter jika dilihat dari kerusakan lantai.

Aniel bertanya-tanya apa yang sudah terjadi. Lalu Rhu berkata bahwa dia adalah pengguna elemen kegelapan. Tak lama setelah itu Rhu mengeluarkan castrixnya yang berbentuk seperti tanda tambah pada matematika, tapi besar dan berwarna hitam. Dia berkata nama dari castrixnya adalah “Retracia Ovcrians” (Kutub penyatu)

Dalam beberapa menit Aniel terus bertarung dengan Rhu. Tapi semua serangan yang dilakukannya terhenti sebelum mengenai Rhu, seperti sebelumnya. Lalu Aniel pun mencoba serangan baru dari hasil latihan yang bernama Phromeon. Yaitu serangan dari pedang castrix yang melepaskan sabetan api dengan membakar energi dan dilepaskan melalui media yang bisa dilewati api.

Namun Rhu langsung menghadapkan castrixnya pada serangan tadi. Lalu tiba-tiba didepan tubuh Aniel muncul bola hitam seperti sebelumnya dan yang mengejutakan serangan phromeon yang dilepaskan pada Rhu langsung berbalik pada Aniel sendiri dan mengenainya.

Semua penonton terkejut dan menganggap Aniel akan kalah. Namun tiba-tiba dibalik kobaran api sosok Aniel bangkit, lalu langsung menghapus kobaran api itu. “Akhirnya tubuhku jadi ringan kembali. Aku sempat lupa bagaimana mengendalikan kekuatan ini.” (Aniel)

Terlihat mata Aniel menjadi merah seperti pada saat pertarungan melawan Sarikas sebelumnya. Rhu sedikit terkejut dengan apa yang terjadi. “Fuh….. jadi begitu, baiklah kalau seranganmu bisa mengenai tubuhku walau sedikit, ku anggap kau menang.” (Rhu) “Menarik, ayo kita coba!” (Aniel)

Lalu Aniel mengeluarkan jurus phromeonnya lagi kearah Rhu. Rhu pun mengatakan serangan itu tak mempan padanya dan akan kembali berbalik pada Aniel sendiri. Tapi berbeda dengan sebelumnya walaupun sempat ada bola hitam didepan Aniel tapi serangannya tak berbalik. Melihat itu Rhu menghindari serangan Aniel dengan zend kearah kiri. Tapi terlihat jubah Rhu sedikit terpotong dengan serangan tadi.

Ketika Aniel siap melakukan serangan berikutnya, tiba-tiba Rhu keluar dari arena. Dia mengatakan bahwa Aniel yang menang dan dia mengaku kalah.(semua bengong)…… jadi telah ditetapkan bahwa Aniel pemenangnya. Walaupun itu membuat penonton kecewa. Sebelum meninggalkan pertandingan Rhu berpesan pada Aniel bahwa, “Cepatlah ingat kembali kenanganmu dan dipertarungan selanjutnya aku akan bertarung dengan kekuatan penuh.”

Aniel pun menjawab baiklah, dan pertandingan selanjutnya segera dimulai. Yaitu pertandingan antara Ivish P.T.E.D. dan Barow Helt. Yang adakan segera dimuali setelah 15 menit sambil menunggu perbaikan arena yang rusak akibat pertandingan sebelumnya. Selama itu Aniel menggunakan waktuya untuk berbincang-bincang dengan teman peserta lainnya. Termasuk dia juga memberikan dukungan pad Ivi yang akan bertarung selanjutnya.

Selama di ruang khusus peserta banyak yang tertarik pada dengan Aniel. Seseorang dibalik Fire Mask yang dikenal banyak orang. Mereka menganggap rumor itu benar. Yaitu rumor bahwa seorang pewaris pejuang rahdax Aliovsyth (pilar pusat) menjadi 16 besar peserta. Tak lama setelah itu pertandingan ke-3 dimulai. Yaitu pertandingan Ivish P.T.E.D. dan Barow Helt. “Kau memang sangat cantik, tapi aku tak akan segan-segan padamu.” (Barow) “Huh… aku tak butuh belaskasihan darimu.” (Ivi)

Terlihat Barow langsung mengeluarkan castrixnya dan dengan cepat menerang kearah Ivi. Ivi pun mengeluarkan castrixnya yang bernama “Mycry Stalian” (Kristal Es) lalu tiba-tiba gerakan Barow berhenti. Tak lama setelah itu tubuhnya membeku dan diselubungi oleh es. Dan dari situ ditetapkan Ivi menjadi pemenang. Karena dalam hitungan 10 Barow tidak bergeraka sama sekali.

Lalu petandingan dilanjutkan setelah 15 menit. Pertandingan ke-4 anatara Daiguin Taro dan Aileen T.C.E.D. Dari situ diumumkan pada penonton bahwa Ivish dan Aileen adalah saudari kembar dan merupakan cucu dari sponsor pertandingan Tetua Dispilavero. Mendengar itu para penonton bersorak-sorak. Tak lama pertandingan dimulai, baru beberapa detik saja Daiguin terlempar dengan cepat keluar arena dan langsung pingsan. Walaupun penonton tidak tahu apa yang terjadi tapi dari situ ditetapkan Aileen sebagai pemenangnya.

“Ternyata si Aileen itu lebih menakutkan dari pada Ivish tadi, tapi keduanya…. sama-sama cantik.” (para penonton kompak) Di ruang khusus pada saat istirahat Aileen mengatakan pada Ivi, bahwa dia yang menang. Ternyata Aniel menyadari bahwa sebelum pertandingan mereka berlomba siapa yang paling cepat menglahkan lawan.

Aniel hanya mengucapkan pada mereka berdua selamat karena sudah menang. Di pertandingan selanjutnya kaki liar akan bermain, jadi Aniel pun memberikan dukungan padanya. Walaupun orang yang bersangkutan tidak terlalu memperdulikannya.

Pertandingan ke-5 antara The Wild Feet dan Wina Windsteam segera dimulai. Wina adalah salah satu pejuang rahdax pilar utara. Tentu dalam hal ini kaki liar akan kesulitan. Tapi jika dilihat dari wajahnya kaki liar tampak percaya diri walaupun dengan tangan yang sengaja di ikat seperti biasanya.

Menurut informasi dari Jeno dan Rangga, kaki liar adalah pengguna elemen tekanan (gabungan api dan angin). Sedangkan Wina sendiri adalah pengguna angin sejati tipe “Atmokinesis”. Akan sulit elemen turunan melawan elemen dasar pembentuknya.

Pertandingan pun dimulai, baik kaki liar maupun Wina langsung mengeluarkan castrixnya. Milik kaki liar bernama ”Suetem Alcis” (Dawai Letupan) yang merubah kakinya. Pada awalnya dia bertelanjang kaki namun setelah mengeluarkan castrix kakinya ditutupi oleh sepatu yang terlihat menakutkan. Sedangkan Wina bernama “Saova Twiasphenes” (Kipas Kembar). Seperti namanya, wujud castrixnya adalah 2 buah kipas yang dihubungkan simpul tali. Serangan dimulai oleh Wina dengan mengibaskan kipasnya dan memunculkan angin yang kuat. Terlihat kaki liar terkena serangannya dan diterbangkan keluar arena.

Namun anehnya kaki liar seperti sengaja menerima serangan itu. Dan ternyata rencananya adalah membuat sesuatu diluar dugaan. Dengan sengaja menerima serangan sepatunya seperti menyedot angin itu, lalu dengan zend yang cepat dia tiba-tiba ada dibelakang Wina. Tapi Wina tidak terkejut sedikitpun, mungkin karena sudah tahu. Lalu kaki liar menyerangnya dengan kaki kiri. Dengan cepat Wina menangkis dengan kedua kipasnya. Wina berfikir kaki liar tidak bisa menyerang lagi karena hanya tinggal satu kaki yang tersisa untuk menumpu sebab kedua tangannya terikat.

Yang mengejutkan kaki liar tiba-tiba menggunakan kepala sebagai tumpuan dan kaki kanan untuk menyerang. Tapi bukan tubuh Wina yang menjadi incarannya, melainkan permukaan tanah yang dipijaknya.

Seketika tak lama setelah itu, muncul angin besar disekitar Wina yang menuju keatas. Sehingga membuat rok yang dia gunakan terangkat keatas. Tentunya Wina merasa malu dan segera menutupnya dengan kedua tangannya.

Tapi itu adalah kesalahan besar, sekaligus jebakan jitu yang kaki liar buat. Kekuatan kaki liar adalah tekanan, jadi serangan angin yang diterima dia pada saat serangan pertama sengaja diserap sepatu castrixnya. Lalu setelah kondisi khusus dia melepaskan kembali kekuatan itu pada Wina dan membuatnya terpental jauh keluar arena. Wina tak bisa menahan serangan itu karena kedua tangannya digunakan untuk menahan rok yang terangkat. Jadi dengan itu dipastikan kaki liar atau the wild feet yang menjadi pemenangnya. (pertandingan aneh)

Namun setelah dia keluar dari arena dan menuju kursi peserta, tiba-tiba Wina ada di depannya dengan wajah menyeramkan. Lalu hanya dengan memberi senyuman yang di paksakan, kaki liar langsung kabur dengan cepat. Lalu dengan Wina pun menggunakan jurus terlarang yang tidak bisa disebutkan dan membuat kaki liar terbang kelangit dengan wajah yang babak belur. (balas dendam)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s