INGATAN 11: JANGAN MEMPENGARUHI JIKA TAK INGIN DIPENGARUHI


Pertandingan perempat final Alverst akan segera dimulai. Sebelum memulai pertandingan keduanya, Aniel bertanya pada Ivi tentang Sani, lawan yang akan dihadapi nya nanti. “Ivi, kau tahu tidak sedikitnya tentang Sani lawanku nanti?”(Aniel) “Yang kutahu, kalau Sani itu manusia setengah robot. Memang yang kudengar dulunya dia adalah seorang exorear sama seperti kita, tapi pada suatu hari dia gagal dalam sebuah misi dan terluka parah, sampai tubuhnya hancur. Sehingga tidak mungkin disembuhkan bahkan oleh tim penyembuh exorear sekalipun. Akhirnya jalan terakhir hanya menjadikannya setengah robot.”(Ivi)

“Oh begitu, jadi yang pasti dia sekarang masih se orang exorearkan? Kalau begitu jadi lebih menarik.”(Aniel) “Tapi kuperingatkan hati-hati dengan castrixnya. Kudengar dia cukup hebat, jadi jangan sekali-kali mengurangi kekuatan ya!”(Ivi) “Baik, terima kasih Ivi atas informasinya, aku pergi dulu kearena.”(Aniel) “Ya kau harus menang jangan sampai kalah dan janji kau akan bertarung dengan ku nanti!”(Ivi)

Akhirnya pertandingan pertama perempat final dimulai. Yaitu pertandingan Sani M.M.X1 dan Fire Mask (Aniel). “Ayo kita bertanding sani.”(Aniel) “Baik aku akan serius, karena kaulah sang terpilih yang banyak dibicarakan.”(Sani)

Untuk pertamanya kali dalam petandingan Sani mengeluarkan castrixnya, yaitu “Albeastra Vulrishis”(Cawan Pelangi) yang berbentuk 7 bola yang mengelilingi tubuhnya. Aniel pun mengeluarkan castrixnya. Dan langsung menge luarkan jurus andalannya phromeon. Tapi tiba-tiba bola merah milik Sani bergerak dan mengeluarkan api, menghadang serangan phromeon Aniel.

Tidak hanya itu, bola jingga milik Sani ikut bergabung dengan bola merah dan serangan api yang digunakan tadi berubah jadi besi baja sehingga menghentikan serangan Aniel. Aniel penasaran dengan castrix yang digunakan Sani. Tapi tanpa memberi waktu, Sani melanjutkan serangannya. Kali ini dia menggabungkan bola hijau dan biru sehingga menghasilkan energi berupa es yang membuat lapangan pertandingan menjadi beku. Aniel menyadari bahwa Sani bukan sembarangan exorear.

Sementara itu dibangku peserta, Ivi yang melihat pertandingan terkejut melihat kekuatan Sani. Tak disangka dia memiliki kemampuan elemen es, api dan logam sekaligus. Tapi Aileen berkata bahwa bukan hanya itu elemen yang dikuasai Sani. Dia menguasai semua elemen dasar dan campurannya. 7 bola yang mengelilinginya adalah bola elemen yang masing-masing memiliki warna tersendiri. Tiap warna mewakili warna pelangi dan elemen dasar. Dan jika digabungkan menghasilkan elemen baru. Merah sebagai tanda api, jingga sebagai tanda tanah, kuning sebagai tanda cahaya, hijau sebagai tanda angin, biru sebagai tanda air, nila sebagai tanda petir, dan ungu sebagai tanda kegelapan.

Artinya Aniel sekarang sedang melawan seorang exorear yang memiliki kekuatan banyak exorear. Aniel pun memikirkan hal yang sama, bahwa dia tahu Sani menguasai semua elemen dasar. Karena itu dia mencari-cari celah ketika jeda penggabungan elemen.

Sementara itu diluar dugaan bola es dan logam hasil gabungan tadi bergabung lagi. Membentuk satu bola dan bola itu pun bersinar dan menghasilkan dinding kristal yang menutupi arena. Sehingga membuat penonton tidak bisa melihat pertandingan.

Aniel terkurung didalam dan tiba-tiba diserang oleh Sani dengan sinar putih yang cepat. Walaupun Aniel bisa menghindarinya, tapi dia terus menerus diserang. Kali ini dengan bola hitam serperti waktu melawan Rhu. Aniel tersedot kedalam bola itu lalu dengan zend yang cepat Sani ada diatas Aniel dan siap mengeluarkan serangan penghabisan.

Aniel ingin menghindari serangan tapi tubuhnya tertarik bola hitam dan kakinya tertahan es. Dari situ mata Aniel menjadi merah lagi dan tiba-tiba pedang Ephromen diselimuti api. Lalu Aniel menebas pedangnya sehingga membuat bola hitam hancur dan es yang menahan kaki meleleh. Aniel pun menangkis serangan Sani dari atas sambil berkata, “Serangan yang bagus Sani”. Dari ekspresi wajah dan kata-kata Aniel ketika menangkis serangannya, Sani mengingat sesuatu tentang kakaknya yang mengajari dia waktu masih kecil.

Itu kenangan sewaktu Sani masih manusia seutuh nya. Kakaknya waktu itu adalah seorang exorear juga. Dan disuatu hari ketika Sani dan kakaknya sedang melakukan misi, terjadi hal yang tak terduga. Mereka berdua diserang sekelompok demon. Karena demi melindungi Sani, kakaknya mati terbunuh. Dan Sani pun terluka parah karena itu. Yang membuatnya hanya bisa disembuhkan dengan cara menjadi setengah robot.

Anehnya Aniel bisa melihat kedalam pikiran Sani dan mengetahui tentang kejadian itu. Mungkin karena pengaruh castrix Sani yang berbenturan dengan pedang Aniel. Namun diakhir-akhir Aniel melihat sesosok makhluk hitam yang sepertinya Aniel kenal, lalu tiba-tiba makhluk itu meledak dan menghancurkan semua.

Dari situ Aniel keluar dari pikiran Sani. Namun penglihatan Aniel mulai menghitam dan gelap. Aniel mulai kehilangan kesadarannya. Ketika sadar Aniel mendengar sorakan penonton dan melihat Sani yang keluar dari arena. Aniel tidak tahu apa yang terjadi. Tak lama wasit meneriakan bahwa Aniel lah pemenangnya.

Aniel bingung lalu langsung segera menghampiri Sani dan mengulurkan tangannya membantu dia berdiri. Namun ketika melihatnya, Aniel malah lebih bingung lagi. “Kakak”(Sani). Sani melihat Aniel seperti melihat kakaknya lalu memeluknya. Sementara itu Ivi dan Aileen yang melihatnya berteriak dan dengan cepat langsung mencoba memisahkan Sani yang memeluk Aniel. “Sebenarnya apa yang terjadi?”(Aniel)

“Apa yang kalian lakukan dia ini kakakku.”(Sani) “Apa maksudmu, lihat baik-baik dia itu Aniel lawanmu.”(Ivi) “Eh, Aniel bukannya dia ka…..”(Sani) buff…..(wajah memerah) “Hai, ini aku, Sani.”(Aniel) “Ma..maaf Aniel aku kira tadi kau kakakku.”(Sani) “Alasan.”(Aileen) “Mungkin karena terkena serangan keras darimu processor bagian ingatan aktif sendiri dan mempengaruhi penglihatanku.”(Sani) “Ah, tidak apa-apa hmm… serangan! Oh ya, sebenarnya kenapa aku bisa tahu-tahu menang?”(Aniel) “Ehhhhhhhhhhhh.”(semua)

Ketika waktu istirahat 15 menit tiba, Ivi dan Aileen menceritakan kejadian pertandingan tadi pada Aniel. “Yang kutahu Sani membuat dinding kristal yang menyelimuti arena, sehingga membuat kita dan para penonton tidak bisa melihat pertandingan.”(Ivi) “Lalu terpaksa kami melihat pertandingan didalam dengan cara merasakan struktur energi dan penglihatan aura walaupun tidak terlalu jelas.”(Aileen) “Tak lama lalu dinding hancur dan Sani terpental jauh keluar arena. Dan begitulah apa yang kami lihat. Lagian kenapa kau bisa tidak ingat, apa kau bertanding sambil ngelindur Aniel.”(Ivi) “He he he maaf-maaf.”(Aniel) “Oh, ya bagaimana dengan kau Sani pasti kau ingat jelaskan bagaimana Aniel melawanmu.”(Ivi) “Maaf aku juga tidak terlalu megingatnya karena processor ingatanku aktif sendiri dan membuat kacau jalannya kesadaran.”(Sani)

“Kacau, ada saja pertarungan seperti ini. Kedua petarung lupa bagaimana mereka bertandingan.”(Ivi) “Aniel, bagaimana denganmu. Apa kau sama sekali tidak mengingat pertandingan?”(Aileen) “Hmm.. tunggu sebentar aku coba ingat-ingat. Kalu tidak salah aku ingat setelah aku terkurung didalam dinding kristal, terus diserang bertubi-tubi oleh Sani. Sampai aku terjebak dan tak bisa bergerak. Lalu Sani menyerangku dari atas dan aku menahannya dengan Ephromen. Dan anehnya aku tiba-tiba bisa melihat kenangan Sani.”(Aniel) “Kenangan?”(Aileen) “Ya, aku melihat Sani berlatih keras dengan kakaknya. Lalu dalam sebuah misi kakaknya meninggal dan Sani terluka parah. Dan diakhir aku melihat sosok makhluk hitam yang menghancurkan segalanya. Lalu aku keluar dari Sani tapi penglihatanku mulai menghitam dan tahu-tahu begitu sadar aku menang.”(Aniel)

“Jadi kau sudah tahu tentang kakakku Aniel.”(Sani) “Ya, dan kau juga. Dulu ternyata kau perempuan yang cantik.”(Aniel) “Te te terima kasih.”(Sani) “Ugh.”(Ivi) “Hmm…. Oh ya Aniel setelah ini giliranku bertanding nanti dukung aku yaa.”(Aileen) “Enak saja kakak, Aniel nanti juga dukung aku yaa.”(Ivi) “Tenang saja nanti dipertandingan aku akan mendukung kalian berdua.”(Aniel) “Tidak bisa begitu.” (Ivi&Aileen) “Eh..”(Aniel)

“Siapa yang lebih kau pilih menjadi lawan dipertanding an selanjutnya diantara kami berdua.”(Ivi) “Hmm siapa ya? Ah, yang pasti yang lebih kuatkan.”(Aniel) Tring…”Sudah ditetapkan yang memenangkan pertandingan akan mendapatkan Aniel.”(Aileen) “Ehh.”(Aniel) “Dan yang menang adalah yang paling kuat.”(Ivi) “Tunggu dulu kalian berdua!”(Sani) “Apa?”(kompak) “Ingatan kali ini sudah habis jadi..”(Sani) “Jadi?”(kompak) “BERSAMBUNG.”

 

Kumpulan Kosakata Rahdax Anamnesia

Kali ini kita akan membahas tentang elemen dasar dan gabungannya. Dalam cerita ini elemen dasar ada 7 yaitu cahaya, angin, petir, tanah, air, kegelapan, dan api. Setiap elemen dasar bisa bergabung satu sama lain membentuk elemen baru. Seperti gabungan air dan udara yang menjdai es, tanah dan api yang menjadi logam pada jurus yang digunakan Sani. Sebenarnya itu masih bisa digabung lagi yaitu gabungan es dan logam yang menjadi kristal. Kristal adalah elemen kompleks yang terdiri dari gabungan banyak elemen. Namun masih ada gabungan elemen khusus lain yang belum ada pada cerita yaitu gabungan elemen cahaya dan kegelapan yang menjadi elemen bayangan. Cahaya hanya bisa bergabung dengan kegelapan dan sebaliknya. Tidak seperti kelima elemen lain yang bisa bergabung dengan banyak elemen. Untuk kali ini penjelasan bersambung dibagian kosakata tentang elemen berikutnya.

Advertisements

2 thoughts on “INGATAN 11: JANGAN MEMPENGARUHI JIKA TAK INGIN DIPENGARUHI

    1. terimakasih sudah mampir dan baca juga 😀
      ingatan 12 akan rilis sabtu minggu ini. tunggu aja ya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s