INGATAN 12: IKATAN PERSAUDARAAN DAN CINTA


“Pertandingan ke-10 yaitu pertandingan antara kedua saudari kembar Ivish dan Aileen segera dimulai. Ini merupakan pertandingan yang menarik, karena mereka berdua adalah cucu dari sponsor pertandingan Tetua Dispilavero. Kedua peserta sudah bersiap untuk bertarung diarena dan para penonton tidak sabar menunggu pertandingan dimulai. Baiklah, tanpa menunggu lagi pertandingan puncak Alverst yang ke-10 dimulai!”(Wasit)

Huh akhirnya pertandingan penentuan kita dimulai.”(Aileen) “Benar sekali, dalam pertandingan ini siapapun pemenangnya akan mendapatkan Aniel.”(Ivi) “Ayo seranglah kapan saja Adiku.”(Aileen) “Eh, aneh kenapa? Tidak biasanya kakak memanggilku dengan sebutan adiku.”(Ivi) “Ada apa, kenapa diam saja? Ini pertandingan bukan adiku?”(Aileen) “Cerewet, kakak diam saja!”(Ivi) “Aku beritahu, kau yang sekarang tidak mugkin bisa mengalahkan kakak. Masih tak mau maju, baiklah kalau begitu aku yang mulai.”(Aileen)

Dengan tiba-tiba serangan Aileen mementalkan Ivi hingga jatuh. “Apa ini, padahal kakak tidak bergerak sedikitpun. Aku  tahu dia punya zend elemental cahaya. Tapi aku sudah terbiasa dengan itu. Tapi serangan ini apa castrixnya. Jika dipikir-pikir aku belum pernah melihat castrix kakak.”(Ivi)

Tak lama Ivi sadar bahwa dia terjatuh karena tertarik benang yang melilit tubuhnya. “Akhirnya kau sadar, itu adalah castrixku Sizivas Lanoum (Garis Tebar Cahaya). Huh, tapi gara-gara terlalu kuat aku mengurangi energi shinshonya sampai batas minimal hingga jadi benang begini. Bagaimana Adiku masa baru begini sudah kerepot an.”(Aileen) “Jangan meremehkanku kakak”(Ivi)

“Justru sebaliknya kau jangan meremehkanku Adiku, sekarang aku serius karena ini menyangkut masalah Aniel.”(Aileen) “Aku juga tahu. Yang menang akan mendapat kan Anielkan.”(Ivi) “Bodoh! Bukan sebatas itu. Kau tahukan orang yang bagaimana Aniel itu. Memang untuk sekarang dia yang masih lupa ingatan tidak masalah, tapi nanti….. Ah! Dia itu sangat membutuhkan orang yang bisa melindunginya. Dengan kekuatanmu yang seperti itu jangan berharap kau ingin menjadi pendampingnya.”(Aileen) “Apa maksud kakak? Kenapa jadi pembicaraan seperti ini?”(Ivi) “Tidak ada pilihan lain selain ini, untuk membuatmu mengerti, Rigim Tremilaole!”(Aileen)

Untuk beberapa saat dilihat dari sudut pandang penonton mereka berdua sama sekali tidak bergerak. Sudah 3 menit berlalu tapi tidak ada satupun dari mereka berdua yang bergerak. “Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?”(Aniel) “Jangan-jangan, mereka masuk Dimensi Amecia.”(Sani) “Eh tunggu, sepertinya aku pernah dengar nama itu.”(Aniel) “Itu bukan nama tapi sebuah tempat dimana hanya pikiranlah yang bisa bergerak didalam nya.”(Sani) “Apa maksudmu?”(Aniel) “Walaupun mereka terlihat diam, tapi sebenarnya mereka sedang bertarung di dalam tempat itu.”(Sani) “Tapi apakah kita hanya bisa melihat tubuh mereka saja yang sedang diam dari tadi disana?”(Aniel) “Sebenarnya aku bisa membawamu ketempat itu karena aku juga sedikit bisa elemen cahaya walau tak sehebat Aileen.”(Sani) “Kalau begitu tunggu apa lagi, bagaimana supaya aku bisa ketempat mereka?”(Aniel) “P..p…peee…”(Sani) “Pe?”(Aniel) “Pegang tanganku A, Aniel.”(Sani) “Baik.”(Aniel) “Rigim Tremilaole.”(Sani)

3 menit sebelumnya. “Apa. I…ini? Tempat ini?”(Ivi) “Ditempat ini kita bisa menggunakan kekuatan penuh jadi tidak masalah. Ayo Adiku keluarkan kekuatan terbaikmu. Kalau tidak, karena kesalahan aku bisa tak sengaja….. MEMBUNUHMU!”(Aileen)

Serangan dasyat Aileen yang sangat cepat seperti laser cahaya yang besar tidak seperti serangan sebelumnya yang berupa benang. Tapi untung Ivi masih bisa menghindarinya. “Ugh…. bahaya sekali kakak benar-benar serius.”(Ivi) “Kenapa? Coba perlihatkan seluruh kekuatan mu!”(Aileen) “Castrix, Mycry Stalian!”(Ivi)

Dengan sangat cepat Aileen langsung ada di depan Ivi. “Percuma…… Aku pernah bilang Aniel sangat membutuh kan orang yang bisa melindunginya. Tapi dengan kekuatanmu yang seperti itu, mustahil kau bisa melindungi siapapun. Dengar ya Adiku, kalau kau kalah dariku dalam pertandingan ini…. MENJAUHLAH DARI ANIEL.”(Aileen)

“Menjauh.”(Ivi) “Benar, keberadaanmu sekarang mungkin bisa membuat Aniel mengingat kembali masa lalunya yang menyedihkan. Dan membuat kepribadiannya berubah menjadi Aniel yang dulu. Jadi lebih baik kau menjauhlah darinya!”(Aileen) “Apapun yang terjadi, aku tidak akan menjauh…DARI ANIEL.”(Ivi)

Pertarungan yang dasyat terlihat Ivi terus berusaha melawan serangan-serangan dari Aileen. Sementara itu Aniel dan Sani sudah ada di Dimensi Amecia buatan Aileen. “Tem, tempat ini… Dataran Bethwee. Apa itu, tempat ini jadi seperti medan perang.”(Aniel) “Eh, kau tahu tempat ini Aniel?”(Sani) “Ya, tunggu coba lihat mereka disana Sani.”(Aniel)

“Ha ha ha, pertahanan yang bagus, sudah sekitar 3 menit kau bertahan Adiku.”(Aileen) “Nggak mungkin menang. Aniel…..A,aku tidak mungkin menjauh dari Aniel. Karena, karena Aniel adalah segalanya bagiku, tak mungkin aku menjauh darinya semudah itu.”(Ivi) “Hah! Segalanya, ya. Jangan berlebihan! Apa kau tidak sayang dengan Aniel? Jika dia kembali ingat masalalunya dia akan kembali menjadi orang yang tidak tahu apa arti perasaan. Apa kau ingin Aniel menjadi seperti itu lagi?”(Aileen) “Ta….tapi kakak…”(Ivi) “Aniel yang sekarang sudah bisa tersenyum dan merasakan apa yang namanya oranglain. Aku sudah cukup senang dengan melihatnya yang mengerti itu. Sekarang aku tidak akan membiarkannya kembali menjadi seperti dulu gara-gara kebodohanmu. Jadi lebih baik…KAU MENJAUH DARINYA! Lepas pengekangan Redeblia Laniiclas (cahaya peng hancur).”(Aileen)

“Gawat, serangan ini…..Crynola fequentra (pelindung es 4 penjuru).”(Ivi) [DUAAARRRRRR] “Ugh…A, aku tidak mungkin menang melawan kakak. Tak kusangka castrix dari pewaris pilar puncak sehebat ini. Apalagi kakak masih terlihat main-main. Tapi pembicaraan yang tak masuk akal….walau aku diminta menjauhi Aniel, tapi dengan perbedaan kekuatan seperti ini. Di dalam dataran Bethwee ilusi buatan kakak dari awal aku….Eh! Ilusi? Begitu, ya.”(Ivi)

“Iviiiiiiiii….Aileeeen…”(Aniel) “Sani!! Dan Aniel!!”(Ivi) “Ini pertarungan yang seperti mimpi buruk, cuma ilusi kok.”(Sani) “Lho! Kenapa bisa Aniel ada di sini. Ah Sani, pantas saja. Bagus, lihatlah Aniel bagaimana aku mengalah kan Ivi. Ini serangan terakhir.”(Aileen) [SUUUUUSSSSSHH] “Apa!”(Aileen)

Sejak dunia tercipta(Mertyfioa Trinaieq), samudra es yang abadi(Crymir Ermathokilae), dunia yang membeku dan membersihkan segala pengrusakan(Stymnika Cresfadiantla Lophikathe Abcruna), katetapan hati bagai bunga kristal yang suci(Yraklox Taimmtra Oqtrena Stalicry Miana), melebur dalam jiwa menjadi satu hingga menembusi pembatas tubuh dan alam(Avlanky Tagfaroh Lea Mav De Zeo Mekiula), ZEOTRIX!”(Ivi) [TRING] “Amrhania Mycry Stalian (Malaikat Bunga Kristal Es).”(Ivi)

Secara mengejutkan Ivi mengeluarkan tahap ke-5nya, zeotrix. Terlihat tubuhnya menyatu dengan bunga kristal besar yang ada dipunggungnya. Helaian mahkota bunga yang indah dan membentuk seperti sayap malaikat, itulah perwujudan zeotrix dari Ivi. “Kakak, walau aku menang atau kalah, aku tetap tidak akan menjauhi Aniel. Mungkin benar apa kata kakak, keberadaanku bisa saja membuat Aniel menjadi dirinya yang dulu. Tapi…..tenang saja, aku akan membuat Aniel tetap bisa tersenyum dan menyadari pentingnya oranglain.”(Ivi) “Hmm…Jadi begitu. Mungkin dia sekarang tidak ingat. Tapi sebenarnya yang pertama kali membuat Aniel tersenyum adalah kau Ivi. OCEHANMU YANG SENTIMENTIL ITU APA BISA TERWUJUD.”(Aileen) “BISA.” (Ivi) “Ha ha ha. Fuhhh. Menarik juga. Baiklah, paling tidak tunjukanlah kekuatan kesungguhanmu!”(Aileen)

“Aniel….lihat saja aku akan tetap mempertahankan senyumu.Baik!!!”(Ivi) [SWOSSSHHH] “Aniel cepat pegang tanganku, kita keluar dari Dimensi Amecia ini.”(Sani) “Eh, kenapa? Akukan ingin melihat pertarungan hebat mereka sampai akhir.”(Aniel) “Tidak bisa, karena flax Ivi dalam wujud zeotrix terlalu kuat, dimensi yang dibuat oleh Aileen tidak akan bertahan lama lagi.”(Sani) “Baiklah, Iviiii….Aileeennnn… siapapun yang menang tidak masalah aku tetap mendukung kalian berdua…Jadi Semangat.”(Aniel)

Pertarunganpun kembali di tengah arena. Ivi dan Aileen yang tadinya diam kini kembali bergerak, disertai dengan asap putih yang menutupi arena. Ketika asap mulai menghilang terlihat bayang satu orang yang tergeletak dilantai arena. Dan orang itu adalah Aileen. Wasit yang melihatnya dengan segera menetapkan bahwa Ivilah pemenangnya.

“Kau tidak terluka kakak?”(Ivi) “Ahh, aku capek… bagus, kau menghantam teknik ilusiku.”(Aileen) “Te..terima kasih, kakak.”(Ivi) “Eh? Apa maksudmu?”(Aileen) “Nasehat kakak barusan. Memang kekuatanku tidak mungkin bisa menang darimu. Tapi dengan memperlihatkan kekuatan dari keinginan sendiri adalah jawaban untuk menghancurkan ilusi itu sendiri.”(Ivi) “Ng? Ah, nggak kok.”(Aileen) “Memang tanpa sadar aku sudak lengah dalam melindungi Aniel karena terbuai kebahagiaan. Kakak mengingatkanku dengan cara seperti ini. Kakak ternyata bukan hanya pewaris pilar pusat yang hebat, demi aku yang menjadi rival kakak selama ini…Terimakasih banyak kakak.”(Ivi) “O, oi Ivi, aku nggak tahu arah mana yang membuatmu salah paham. Aku hanya sedikit mengerjaimu kok. Aku memberitahumu supaya kau menjauhi Aniel hanya untuk membuatmu bingung. Jangan salah paham.”(Aileen) “Tidak usah merendah begitu, aku tersentuh lho.”(Ivi) “Eits, jangan sentuh-sentuh! Kebodohan mu itu apa sudah sampai ketulang, ya. Kenapa malah salah paham?”(Aileen) [2 bersaudari yang terus mengoceh se panjang lorong yang menuju tempat peserta]

“Oiiii…Iviii….Aileen…..pertarungan yang hebat!.”(Aniel) “Anielll!.”(Ivi&Aileen) “Jadi yang akhirnya menang Ivi ya.” (Aniel) “Iya aku yang menang.”(Ivi) “Enak saja, aku yang menangkan.”(Aileen) “Eh?”(Aniel) “Apa maksud kakak? Tadi jelas-jelas wasit yang menyebut namaku sebagai pemenang. ”(Ivi) “Tapi, waktu di Bethwee aku kan yang menang, kau kalah karena cuma bisa menahan zeotrix selama 10 detik. Menyedihkan padahal kau tadi berterimakasih, tapi sekarang malah ingin menang sendiri.”(Aileen) “Yang petingkan dipertandingan asli bukan di tempat buatan kakak. Jadi aku yang mendapatkan Aniel.”(Ivi) “Curang, kau tahukan menggunakan teknik itu banyak memakan energi, jadi aku langsung kecapeian begitu keluar dari sana.”(Aileen)

“Alasan…”(Ivi) “Ah, Aniel aku sangat lemas sekali.”(Aileen) [pura-pura berakting] “Kau tidak apa-apa Aileen?”(Aniel) “Woi kakak, jangan seenaknya pura-pura jatuh kepangkuan Aniel.”(Ivi) “Tidak apa. Oh ya, aku jadi ingat.”(Aniel) “Ingat apa?”(Aileen) “Begini, tadi aku sempat membeli hadiah untuk kalian berdua.”(Aniel) “Hadiah?”(Ivi)

“Ya, hadiah karena kalian berusaha keras dalam pertandingan tadi. Bagiku siapapun yang menang tidak masalah yang penting kalian bisa tetap akur sebagai kakak adik. Ini dia hadiahnya.”(Aniel) “Inikan.”(Ivi&Aileen) “Yap, sebuah pita rambut biru untuk Ivi, dan pita rambut kuning untuk Aileen. Kalau dilihat, aku cukup sulit membedakan kalian berdua dari rupa. Walaupun kepribadian kalian berdua berbeda jauh. Jadi apa kalian…….”(Aniel) [hiks hiks]

“Eh, kenapa kalian berdua menangis? Apa hadiahnya tidak sesuai selera kalian?”(Aniel) “Tidak sama sekali, hiks… Hueeeee…..”(Ivi&Aileen) “Lho??”(Aniel) “Ini pertama kalinya, Aniel memberi hadiah padi kami berdua. Kami sangat senang.”(Ivi&Aileen) “Serius, memang aku tidak pernah memberikan hadiah pada kalian berdua sebelumnya?”(Aniel)

“Eh, itu sih.”(Ivi) “A, Aa maksud kami ini hadiah pertama sejak kita bertemu lagi.”(Aileen) “Oh begitu.”(Aniel) “Ingat Ivi jangan sampai Aniel tahu dia yang dulu seperti apa?”(Aileen) “Roger!”(Ivi) [2 saudari yang sedang berbisik] “Oh ya, aku juga punya tambahan hadiah. Tapi ini khusus untuk Aileen.”(Aniel) “Waaaah^_^!”(Aileen) “Ehhh>,<.”(Ivi)

“Kenapa cuma untuk kakak? Padahal akukan yang menang, seharusnya aku yang dapat lebih.”(Ivi) “Maaf, bukan begitu maksudku, Ivi. Aileen!”(Aniel) “Ya.”(Aileen) “Matamu itu minuskan?”(Aniel) “Eh, ah ya. Kenapa kau bisa tahu?”(Aileen) “Aku sudah curiga ketika kau memelukku waktu pertama kali kita bertemu. Walau sedikit samar oleh air mata, bayang pupil di matamu refleksinya agak bergeser sekitar 0,15 dioptri. Lalu aku meyakinkannya ketika kau bertarung dengan Ivi di Bethwee. Walaupun serangan areanya luas tapi itu tidak tepat mengenai titik tengah lawan. Dari situ aku yakin bahwa kau punya masalah dengan penglihatan.”(Aniel) “Eh.oh.Hah(~.~)?”(Ivi) [tidak mengerti]

“Hebat sekali Aniel, kau bisa tahu itu. Pengamatan yang luar biasa, dia bisa tahu hanya dengan dua kali pengambilan data. Ternyata selain berbakat menjadi exorear , dia juga bisa dikatakan jenius. Padahal dia dulu tidak seperti itu.”(Aileen) “Jadi ini aku sudah membelikan kaca mata untukmu. Aku sudah tanya Sani kira-kira minusmu sekitar 1,5 kan. Ya, tinggal apa kau suka bentuknya?”(Aniel)

“Ya, terimakasih Aniel.”(Aileen) “Lihat Aniel, apa aku terlihat cantik dengan pita ini?”(Ivi) “Yap, kalian berdua cantik. Dan dengan ini aku tidak akan sulit membedakan kalian berdua. Ivi yang pakai pita biru. Dan Aileen yang pakai kacamata dan pita kuning.”(Aniel)

Kumpulan Kosakata Rahdax Anamnesia

Dalam sesi ini, sepertinya banyak sekali pertanyaan tentang ingatan 12 ini. Kita mulai dari Dimensi Amecia. Jika dijelaskan secara teori dimensi adalah sebuah keberadaan sedangkan Amecia adalah kata yang diambil dari bahasa se nos yang artinya mimpi. Jadi bisa dikatakan bahwa Dimensi Amecia adalah dimensi mimpi. Berbeda dengan mimpi yang kita alami ketika tidur. Dimensi ini hanya bisa diciptakan khusus oleh pengguna elemen cahaya. Dengan sebuah ucapan kata Rigim Tremilaole yang disebutkan oleh Aileen pertama kali. Itu bukan kata biasa, kata itu juga diambil dari bahasa se nos yang artinya terbukalah ilusi cahaya. Teknik ini sebenarnya sangat memakan banyak energi penggunanya. Orang yang menggunakan dan orang yang bersentuhan dengan pengguna akan langsung terbawa ke dimensi itu. Walaupun hanya pikiranya saja yang ada disana sedangkan tubuh aslinya tetap ditempat dan diam seperti orang melamun. Untuk selanjutnya adalah penjelasan tentang tahap ke-5 Zeotrix. Dalam kosakata sebelumnya telah dijelaskan bahwa zeotrix adalah diri alam dan merupakan puncak kekuatan exorear. Disini akan dibahas lebih jelas yaitu mekanisme pengaktifannya. Pertama setelah menghimpun energi pengguna memisahkan energi menjadi 2 bagian. Kedua energi itu adalah cakra dan sakra. Cakra ada ditangan kanan yang berupa castrix yang dipegangnya, sedangkan sakra ada ditangan kiri yang nantinya akan berwujud seperti emblem. Pada Ivi yang menggunakan pertamakali tidak digambarkan bahwa ketika dia memisahkan cakra dan sakra, ditangan kirinya ada sebuah emblem berbentuk bunga kristal. Lalu setelah itu pengguna mengucapkan kalimat ikatan perjanjian seperti Ivi sebelumnya. Dalam cerita asli sebenarnya pengucapannya menggunakan bahasa se nos. Namun pada cerita ini saya menambahkan arti dalam bahasa Indonesianya. Memang seperti sebuah ucapan mantra penyihir. Tapi sebenarnya baik dari struktur, ikatan perjanjian, jenis energi, dan batas penggunaannya jauh berbeda. Jika penyihir melafalkan mantra sambil memanggil ruh yang bersangkutan, maka exorear melafalkannya dengan meminjam partikel alam, baik dari bumi atau dimensi lain jika tidak tersedia. Setelah pelafalan pengguna berusaha menggabungkan kedua enegi itu. Baik cakra maupun sakra. Ini adalah bagian terpenting, karena jika gagal akan menyebabkan kerusakan pada tubuh. Ketika tahap ini sukses maka tubuh pengguna akan menyatu dengan alam dengan kata lain menyatu dengan elemen dirinya. Ketika ada ditahap ke-5 seorang exorear akan mendapat sebuah nama gelar dibelakang nama diri keduanya seperti pada Ivi yang pada awalnya castrixnya bernama Mycry Stalian. Dalam wujud zeotrix menjadi Amrhania Mycry Stalian.

Advertisements

3 thoughts on “INGATAN 12: IKATAN PERSAUDARAAN DAN CINTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s