INGATAN 14 : TUJUAN


“Huh, capek sudah lama aku tidak seperti ini.”(kakiliar) “Tidak  biasanya kau mau menuruti perintah, Benoti!”(Tetua) “Diam kakek tua, ini bukan urusanmu. Aku sengaja kalah bukan karena perintah, tapi karena keinginanku sendiri.” (kakiliar) “Oh begitu fufu… apa kau tidak menyesal tak bisa bertarung dengan Aniel?”(Tetua) “Ya sedikit, tapi tidak masalah. Dan ngomong-ngomong.”(kakiliar) “Ya, ada apa? Kalau masalah bayaran pasti ku beri, tenang saja!”(Tetua) “B..Bukan itu pak tua…. JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN BENOTIIII!”(kakiliar) BUAKKK…..! Begitulah pembicaraan kakiliar dengan tetua dispilavero tentang alasan mengapa dia mengalah.

Sementara itu kita kembali kebeberapa jam sebelum nya di Alcastra, salah satu pusat perbelanjaan di Alaska. Dimana Aniel dan Sani berada. “Sani ada apa tiba-tiba mengajakku ketempat ini? Akukan masih ada pertarungan dengan Ivi nanti.”(Aniel) “Ini perintah dari nona Aileen untuk membawamu ketempat ini.”(Sani) “Perintah? Eh maksudmu apa?”(Aniel) “Pakaian, kita akan mengambil pakaian sesuai apa yang sudah dipesan Aileen.”(Sani)

Lalu….. “Eh, kok kita mengambil pakaian di tempat seperti ini.”(Aniel) “Ini tempat pembelian pakaian bawah tanah khusus exorear.”(Sani) “Ada yang bisa kubantu nona?” (pedagang) “Ya, kami ingin mengambil pesanan dari putri Aileen. Ini surat keterangannya.”(Sani) “Oh ini, pakaian Revolphy seharga 1.200.000 Xor. Ditujukan untuk siapa?” (pedagang) “Untuk dia, exorear kode A121SS nama Aniel Alianka.”(Sani) “A.a apa aku bermimpi, tidak bisa dipercaya ternyata kau masih hidup tuan Aniel.”(pedagang) “Ehh…” (Aniel)

Kita pindah sejenak kearah selatan Alcastra, dimana terjadi pertemuan tak terduga antara Ivi, Aileen, dan Harini. “Selamat siang, Ivi, Aileen. Sungguh kebetulan kita bertemu disini.”(Harini) “Harini kenapa kau bisa ada disini?”(Ivi) “Eh, i…itu sih…aku ingin membeli sesuatu untuk A..a…. Ivi sendiri kenapa ada disini?”(Harini)[mengalihkan pembicaraan] “Eh, itu a..aku juga sedang mencari sesuatu. Hahaha sungguh kebetulan.”(Ivi) “Iya, hehehe.”(Harini)

“Dua orang ini… dasar. Yang satu malu karena tidak ingin ketahuan membeli sesuatu untuk orang yang disukainya. Yang satu lagi takut ketahuan cemburu gara-gara kacamata oleh ku. Ya ampun sampai sekarang aku sendiri bingung akan menganggap mereka rival atau teman seperjuangan.”(Aileen)

“Eh, ternyata kalian berdua sudah mengenakan pita dari Aniel itu, aku baru menyadarinya.”(Harini) “Kenapa kau bisa tahu pita ini dari Aniel?”(Aileen) “Oh, itu karena aku yang menyuruh Aniel membelikannya. Rasanya tidak adil jika aku saja yang mendapat hadiah gaun darinya. Jadi sebagai teman …….”(Harini) “A.a a apa Ga ..ga…un?’(Ivi) “Ivi ada apa? kenapa kau tiba-tiba murung?”(Harini) “Tidak apa, aku baik saja. Ngomong-ngomong Harini, kakak, ada sesuatu yang harus kucari jadi.. PERMISIIIIII!”(Ivi)[dengan terburu buru langsung menghilang dengan cepat]

“Ivi, apa dia sedang sakit?”(Harini) “tak usah khawatir, aku yakin dia hanya sedang menambah kebodohan.”(Aileen) “Eh, menambah kebodohan?”(Harini) “tak perlu dipikirkan, oh ya, apa benar Aniel membeli pita ini atas saranmu?”(Aileen) “Ya, memang kenapa?”(Harini) “Tidak, ternyata dia sudah sedikit berubah. Ngomong-ngomong kau ingin membeli hadiah untuk Aniel ya.”(Aileen) “E..eh ke.. kenapa Aileen bisa tahu?”(Harini) “Tidak usah gugup, aku mengerti kok. Kau ingin membalas budi Aniel yang sudah membelikanmu gaunkan.”(Aileen) “I..iya.”(Harini) “Yah, aku juga sama. Hanya saja, aku tidak punya keberanian sepertimu yang bisa membalas budi dengan tangan sendiri.”(Aileen)  “Eh.”(Harini)

Sementara itu, pertandingan Alverst yang mana seharusnya pertandingan antara Ivi dan Aniel sudah dimulai, terpaksa ditunda akibat kedua orang yang bersangkutan tidak ada. Sehingga pertandinganpun dilanjutkan yaitu pertandingan antara Gyn dan Ingdran.

“Yah, hadirin sekalian dikarenakan kedua orang yang akan bertanding yaitu Aniel Alianka dan Ivish P.T.E.D. tidak ada, menurut sponsor acara tetua dispilavero pertandingan mereka ditunda. Sebagai gantinya pertandingan dilanjutkan antara Gyn Hermales dan Ingdran Melou. Bagi kedua peserta silahkan masuk ke arena.”(Wasit)

Dalam situasi itu, mereka berdua terlihat seperti tanpa beban sama sekali. Ingdran mempersiapkan diri dengan busur castrix miliknya Tyrranak Marcla. Sementara itu Gyn sedang melihat ke arah langit yang mulai mendung.

Pertandinganpun akhirnya dimulai, Ingdran langsung menembaki Gyn dengan panah yang terbuat dari air. Tapi sepertinya itu tak berarti baginya. Karena Gyn mampu menghindari serangan itu dengan mudah. ”Kenapa Ingdran? Kau terlihat seperti tak serius bertarung sama sekali.”(Gyn) “Ya, memang benar. Kau tahu Gyn, tujuan pertandingan ini sebenarnya untuk mengumpulkan kalian berdua.”(Ingdran) “Apa maksudmu?”(Gyn) “Tak usah difikirkan, sebaiknya sekarang kau harus serius berusaha mengalahkanku.” (Ingdran) “Tak usah diberitahupun aku pasti akan mengalah kanmu! Castrix Incish Varsink.”(Gyn)

Pertarungan yang sangat sengit dan mendebarkan, walaupun kelihatannya Ingdran tidak serius. Gyn terus berusaha melancarkan serangan-serangan secara bertubi-tubi pada Ingdran. Tentu saja walaupun tidak serius Ingdran mampu menangkis serangan tersebut. Namun Gyn memiliki keuntungan karena dia petarung tipe jarak dekat, sedangkan karena Ingdran menggunakan panah otomatis dia adalah tipe jarak jauh. Sehingga ketika diserang dengan jarak yang dekat Ingdran hanya mampu menghindar.

“Rasanya tidak enak juga, terus terusan mengulur waktu hingga Aniel datang. Dasar, kalau saja ini bukan perintah. Tapi tidak masalah sebaiknya aku sedikit serius.” (Ingdran) “Kau lengah Ingdran rasakan serangan tombak petirku ini!”(Gyn) “Le die artyvaca [janji peri air].”(Ingdran) Tiba-tiba saja panah yang dilancarkan Ingdran berubah menjadi sosok peri yang menangkis serangan tombak Gyn.

Bukan hanya satu, karena Ingdran terus menerus menembakan panah, sehingga jumlah peri menjadi banyak. Walaupun kecil tapi gerakan peri itu sangat cepat, sehingga mampu menangkis semua serangan dari Gyn. Namun kelihatannya Gyn juga tidak mau kalah. Terlihat seluruh tubuhnya dikelilingi petir, apakah yang akan terjadi?

Sementara itu dilain pihak sepertinya Aniel dan Sani sudah selesai mengambil pesanan, dan dengan segera mereka menuju arena. Dan Ivipun kelihatannya sudah beres dengan apa masalahnya, sesuatu yang terterduga akan dia tunjukan nanti ketika melawan Aniel.

 

Kumpulan Kosakata Rahdax Anamnesia

Kali ini kita akan membahas tentang sebagian kehidupan ekonomi di Alaska. Seperti dicerita tadi jenis mata uang disana adalah Xor. Kira-kira jika dibandingkan dengan kehidupan nyata, maka 1 Xor setara dengan 10 dolar. Memang Xor termasuk nilai mata uang yang tinggi. Namun ternyata mata uang ini hanya berlaku bagi para exorear. Orang-orang biasa disekitar daerah itu tidak mengetahui tentang mata uang ini. Kenyataan yang paling menentukan transaksi adalah informasi. Dengan informasi kita bisa mendapatkan uang. Namun tidak semua barang bebas dibeli. Seperti pakaian yang dipesan oleh Aileen untuk Aniel. Walaupun sudah dibayar tapi barang tetap tidak bisa diambil tanpa adanya kehadiran dari pihak yang benar-benar akan menggunakan barang tersebut. Pedagang disana akan selalu meminta nomor unit exorear ketika bertransaksi. Itu dikarenakan untuk mencegah terjadinya penjualan yang ilegal dan barang berbahaya beredar. Intinya tingkat keamanan jual-beli pasti terlindungi. Jika saja dikehidupan nyata seperti ini maka mungkin, tidak akan ada penyelewengan terhadap trasnsaksi jual-beli. Dengan bekerja pada suatu lembaga exorear sebenarnya kita bisa mendapat gaji yang besar. Namun jangan salah, jika terjadi sesuatu yang melanggar aturan maka hukuman atas tindakan tersebut tidak biasa. Tingkatnya mungkin 10 kali lebih berat dibandingkan hukum di dunia nyata.

Advertisements

5 thoughts on “INGATAN 14 : TUJUAN

    1. hei KEI .. WUSSUP GUYS, WAIT FOR THE NEXT CHAPTER OKEY ..INI CAPSLOCKNYA GAK BISA DI OFF WADUH …. #eh #nahlho :p

    1. mungkin nanti bulan depan, masih ada yang perlu diperbaik dan susah juga nyolong2 waktu dari kerjaan. maaf ya. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s