#REMINDER 1: Sepiring Risoles isi Ayam


Oke. Perlu diingatkan ini bukan postingan mengenai resep Risoles isi Ayam atau cara membuatnya.

Just something that i wanna take it off out my shoulder…something that i want to let it go.
Beban yang harus keluar saat ini juga. Mungkin postingan ini bakal banyak diisi dengan
cemoohan gue yang remeh,hal-hal bego dan sepele lainnya.

Namun untuk saat ini, gue cuman punya blog ini.
Blog yang udah setengah tahun lebih gak gua isi apapun. Jahat,gue.
Tapi mungkin karena masalah ini juga, akhirnya gue bisa balik ‘pulang’ ke blog ini.
Blog gue emang bukan blog istimewa. Namun saat ini, cuma blog ini yang mampu setia sama gue.
Ikhlas dan rela gua isi sama hal sepele dan hidup sembarangan ala gue 😛

Entah kenapa, semua hal yang terjadi terhadap gue belakangan ini,
sesuai dengan analogi Risoles isi Ayam yang gue makan 30 menit yang lalu.

Hampir setahun ini penuh dengan hal-hal random, mulai gue cabutan dari kuliah Teknik gue.
Gue nekat ngejar ambisi gue buat sekolah seni. Meski ujung-ujungnya tetep gak lolos juga. 😛
Sedih,ya. Namun setidaknya kali ini gue ikutan ujian,ga kaya tahun lalu.
Bokap-nyokap, bukan orang-orang yang ngekang dan katanya mereka memprediksi kalau gue bakal cabut juga.
Mereka cenderung demokratif alias bebas. Namun terkadang bebas dan apatis itu saru. 

Tekanan pun mulai makin kerasa, konyol buat gue.
Ketika lo bebas memilih, namun tetap ujung-ujungnya pilihan lo ‘dieksekusi’ orang lain.
Gak salah,mereka gak salah. Cuman terlalu konyol aja buat gue.
Mereka menyuruh gue,buat bebas memilih, apa artinya kalau ujung-ujungnya ‘dieksekusi’ mereka juga.
Seperti halnya gue yang pingin ke kota lain buat sekolah seni.
Mereka nyaranin gua ambil bisnis. Itu pun untuk kepentingan mereka sendiri.

Kenapa gak kalian aja sih yang ngatur? tanya gue.
Jadi kalian  yang nentuin gue harus seperti apa, dan gue tinggal jalanin script itu.

“kenapa elu pingin sekolah online?” tanya kakak gue.
“gue gak suka disini, gue pengen kuliah di luar negara ini.”
“lo gak cari beasiswa?”
“Apaan, gua cari ini – itu. Join milis dimana-mana. Giliran gue dapet kesempatan. Izin ga keluar.”
“Kenapa lo sebegitunya pengen keluar dari Bandung sih?”

Karena gue muak, kak. Gue muak sama orang-orang di kota ini. 

Apa yang gue makan 30 menit yang lalu adalah Risoles isi Ayam yang masih dingin di kulkas.
Percakapan ssempat terhenti dengan diamnya gue. Saat itu gue lagi goreng tu Risoles isi Ayam.

“Bokap Nyokap, gue rasa cuma belum bisa percaya ama lo aja. Mereka takut lo disana sakit atau gimana…”
“Sakit? ada dokter. Tugas mereka nyembuhin orang sakit. Udah kewajiban mereka.” sergah gue cepat.
“Mereka rasa belum bisa percaya elo buat tinggal jauh dari mereka.”

Justru gue pergi jauh,karena gue pengen tahu arti eksistensi gue di keluarga ini.

Dimata mereka, gue sama kaya si Risoles isi Ayam ini.
Terlihat matang diluar,namun dalemnya masih dingin.
But you know, risoles yang gue masak udah matang dengan sempurna.!

Advertisements

2 thoughts on “#REMINDER 1: Sepiring Risoles isi Ayam

  1. Hello there, Thanks.
    All have been cleared, yeah well maybe not really cleared but i won’t give up. Give up is to easy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s