Give up? It was just to easy.


Foto Sunset di Kuta,Bali, Indonesia. Foto diambil oleh saya sendiri. Gak bagus-bagus amat sih. Lumayan lah ya. :p

Seperti halnya dalam sebuah game.

Ada pilihan untuk berhenti di tengah-tengah permainan.  Kita, sebagai player dalam game tersebut. Bebas untuk memilih.
Memilih untuk ‘give up’ atau terus lanjut.

Begitu pula hidup.
Lo bisa pilih keep marching on or stuck.
Mau jalan pintas lari dari kenyataan?
Gampang, namun sebagian orang memilih untuk mati saja.
Mereka bunuh diri.

Hal itu sempat terpikir oleh saya.

Apa saya harus berhenti percaya?
Apa saya harus ‘menghilang’ ?
Tuhan pun tidak mendengar saya.
Apa ada doa saya yang Ia jawab?
Jujur,saya tidak berani bicara banyak dengan orang lain.
Bahkan untuk sahabat saya sendiri. Mereka pasti bosan.
Orang-orang pasti bosan. Saya memilih menjadi apatis.
Tepatnya, saya mencoba menjadi apatis.

Sejujurnya saya letih.

Sejujurnya saya kesepian.

Sejujurnya ketika saya marah, bukan untuk orang lain.

Saya marah untuk diri saya sendiri.

Saya marah untuk hal-hal yang tidak bisa saya capai.

Saya kecewa dengan diri saya sendiri, yang membuat orang lain kecewa terhadap saya.

Saya benci diri saya sendiri.

Semua rasa marah,kecewa,kesal. Membuat saya benci diri saya sendiri.
Saya sulit berdamai dengan diri saya sendiri.

Ternyata semua hal ini berdampak terhadap tubuh saya. Pikiran dan tubuh saya bekerja secara saling kontradiksi. Hal ini saya rasakan dengan kacaunya jam biologis saya. Insomnia adalah hal biasa bagi saya belakangan ini. Saya merasa itu biasa saja. Meskipun dalam riwayat saya,saya belum pernah mengalami insomnia sebelumnya. Namun ternyata, ini adalah bentuk perlawanan dari tubuh saya.

Kemarin malam adalah neraka bagi saya. Suatu hal klimaks terjadi dalam diri saya.
Insomnia saya semakin parah, seharian saya tidak tidur. Puncaknya pada pukul 03.00 dini hari, hati, pikiran, dan raga saya berontak. Masing-masing dari mereka melancarkan mosi tidak percaya terhadap saya, Navlan, sebagai jiwa yang menanungi mereka semua. Kepala saya berat, saya sudah pindah ke 3 tempat di rumah saya, berusaha untuk tertidur. Namun tak kunjung jua saya terlelap.

Yang kini saya rasakan, mereka berbicara terhadap saya.
Dalam isyarat dan nadi. Mencoba untuk didengarkan, dan berkata:

“Stop. Sudahi. Jangan siksa kami seperti ini. Kami mohon berhenti.”

Saya tertidur 3 jam kemudian. Di lantai dingin, beralaskan mattras yoga berwarna ungu milik saya sendiri. Saya terbangun di jam 9 pagi. Saya langsung cek twitter saya.  Dan melihat seorang teman me-retweet tulisan Pandji Pragiwaksono, sosok inspirasi bagi saya. Pandji kurang lebih berkata dengan artian yang seperti ini ” menjadi dewasa adalah dengan berani menghadapi dan menjalani keputusan-keputusan yang rumit. Dan orang mendefinisikan kita dari apa yang kita lakukan.” 

Sebaris kata tersebut, cukup membuat saya terus mengulang-ulang kata tersebut dalam pikiran saya. Sungguh,bermakna berjuta, menghentak saya. Membuat saya malu. Apa yang sudah saya lakukan? KARYA NYATA apa yang sudah saya buat?

Seperti foto yang saya sertakan di postingan ini. Foto yang saya ambil ketika saya di Bali,Indonesia. Saya ingin mengulang,merasa dari karya cipta,membuat sesuatu yang  baru. Berharap waktu akan bersama saya. Berharap waktu akan berjalan beriringan dengan saya. Tidak bersebrangan seperti yang lalu-lalu.

Menyerah ternyata terlalu mudah. Saya hampir menyerah,terhadap mimpi saya. Terhadap tujuan saya. Terhadap passion saya. Entah ini benar untuk dilakukan atau tidak, terlepas dari semua ini. Saya ingin mulai menjejaki tanah lagi. Apa saya lahir untuk menyerah terhadap kehidupan? Tidak. Saya memilih untuk perang di mana.

Takdir saya adalah untuk berjuang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s