Reinier.


Hening namun bukan damai. Inilah hening sebelum badai tiba. Pekat seperti kegelapan di bawah lampu taman yang mati. Rapat seperti gerimis hujan yang turun tiba-tiba di awal bulan Januari. 

Seseorang berjalan ke luar balkon. Dia menatap lantang ke atas langit. Sesuatu di balik langit. Sesuatu yang mengatur kehidupan, yang mengatur kematian ia menatap : Tuhan. 

“Aku ingin protes kepada-Mu. Namun takkan kali ini aku membicarakan kepdamu di altar Gereja. Bahkan di dalam rumah-Mu pun, kau enggan menyambutku!” 

“Kali ini biarkan aku yang menemui-Mu langsung, jika engkau enggan menghampiri aku.”

Dia tersenyum, miris. Menatap 15 meter jalanan dari bawah kakinya. Badannya lalu terhuyung. Lautan darah. Sirine ambulans. Polisi yang lalu lalang. Dia … memutuskan menemui-Nya.

Advertisements
Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s