[ARC] Levi : As The Wind Blow


86544522
Seorang manusia adalah seperti apa yang dipikirkannya. Bahkan sebelum kita melakukan sesuatu , kita harus menanyakan terhadap diri kita sendiri : Siapakah saya? Jawaban kita setelah itu menentukan pilihan-pilihan kita yang lain. Tak ayal hidup memberikan manusia pilihan-pilihan yang sulit. Hidup ini tidak mutlak hitam dan putih, namun abu-abu.

Dan dia berada di sana, lelaki itu memandangi deburan ombak-ombak yang menyapa di jemari kakinya sambil berfikir. Rambutnya diterpa angin senja yang hangat, melambai halus. Sesekali matanya memandang hamparan horizon di depannya namun khayalnya melewati batasan horizon di depannya, melewati segala batasan yang melintas di alam pikirnya.

Dan kemanakah angan itu pergi? Dengarkah engkau disana, aku yang memanggil namamu?
Hanyalah ombak berderu yang menjawab pertanyaan ini, manisku.  

Akankah angin bertanya kemanakah ia akan pergi?  Akankah dedaunan kehilangan jika angin meninggalkannya?

Engkaulah satu yang tidak bisa kubendung. Engkaulah angin itu, manisku.
Akulah dedaunan yang menatap kepergianmu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s