Dua tahun lalu.


Ketika dari satu kata ‘apa’ menjadi ribuan ‘kenapa’. Sepanjang sore itu kita ubah menjadi ribuan tanda tanya. Siapa yang perduli akan jawaban. Kita hanya berpuas diri mempertanyakan segalanya.

Langit melukiskan senja, sinarnya teduh menerpa wajahmu. Dan engkau masih asik berceloteh. Wajahmu menyiratkan semangatmu.

Sesaat dunia jadi tiada. Engkaulah lukisan yang dibingkai senja. Dan aku, yang diam menghayatimu. Mengamatimu. Dan sesaat aku sadari. 

Ternyata engkaulah hidup, jawaban yang kucari.

Sore hari di dalam angkot ketika jalanan macet.

Advertisements
Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s